A-no-ther

A-no-ther

  • WpView
    Membaca 2
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 3
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Agt 27, 2021
WpInfo
Fiksi
Romansa
\\\\\ "Aku Rosita Nirwangi bukan Revana Maulida!" teriaknya dengan keras. Dia sudah lelah. Entah yang keberapa kali ia telah mengulang pernyataan yang sama, tapi pria di hadapannya selalu tutup telinga. "Hentikan! Ini tidak lucu. Hei, apa kau sedang berakting sebagai orang yang memiliki kepribadian ganda hanya agar aku menceraikanmu? Revana, kau bodoh!" bentak Yusuf tidak kalah keras. Ia sudah muak dengan semua kemunafikan wanita ini. Ah, jadi selama ini pria di hadapannya ini mengira jika ia sedang melakukan akting? Dasar bodoh, bedebah, bajingan! Rosita hanya bisa mengutuk di dalam hatinya tanpa berani terang-terangan mengatakannya keras-keras di hadapan sang pria. Yusuf diam. Melihat mata wanita yang ia panggil Revana itu dalam-dalam. Entah kenapa ia memiliki ilusi bahwa di dalam mata Revana ia melihat dirinya sedang diinjak-injak oleh wanita tersebut. Ah, rupanya wanita ini sedang marah. Sepertinya ia sedang memakinya di dalam hati. "Terserah!" Rosita angkat tangan. Ia muak dengan iblis di hadapannya.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#405
kepribadianganda
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Mendadak Ipar
  • Raviano Axel: Hurtfull Love
  • ISTRINYA REVAN!
  • Gus Rezvan & Sofia
  • Sakinah [Sudah Diterbitkan]
  • My Sweet Love
  • Said Bismillah if you love me
  • REVANO UNTUK REVA
  • HUJAN | END
  • Assalamualaikum Imamku

(18+) Marriage Life. Nggak ada adegan berbahaya, tapi banyak jokes dewasa. ------- Spin-off dari "Mendadak Mama". Tapi kalian nggak harus baca MM dulu untuk paham cerita ini. ------- Iqbal Sya'bani (Iqbal). Dosen fakultas teknik yang brillian, tampan, mapan, mendadak jatuh cinta pada Luli, adik perempuan sahabatnya. Salah satu mahasiswi, yang jauh dari kata istimewa. Zulfa Nurulita (Luli). Sebenarnya dia istimewa. Dia hanya lemot. Eh bukan! Dia hanya tak istimewa dalam kemampuannya menguasai mata kuliah. Oh ya, satu lagi, wajahnya juga biasa saja. Ah, ini sih akan mudah. But, wait ..., mungkin saja kalian salah! *** "Jadi, apakah kamu menerima lamaran saya, Zulfa?" "Maaf. Belum, Pak." "Alhamdulillah." "Kok Alhamdulillah?" "Karena jawabanmu 'belum', bukan 'tidak', minimal masih ada harapan buat saya." *** Akankah harapan Iqbal menjadi nyata? Atau justru berakhir dengan tangan hampa? ------ Pecinta Fikar-Nara wajib baca!

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan