A-no-ther

A-no-ther

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 27, 2021
\\\\\ "Aku Rosita Nirwangi bukan Revana Maulida!" teriaknya dengan keras. Dia sudah lelah. Entah yang keberapa kali ia telah mengulang pernyataan yang sama, tapi pria di hadapannya selalu tutup telinga. "Hentikan! Ini tidak lucu. Hei, apa kau sedang berakting sebagai orang yang memiliki kepribadian ganda hanya agar aku menceraikanmu? Revana, kau bodoh!" bentak Yusuf tidak kalah keras. Ia sudah muak dengan semua kemunafikan wanita ini. Ah, jadi selama ini pria di hadapannya ini mengira jika ia sedang melakukan akting? Dasar bodoh, bedebah, bajingan! Rosita hanya bisa mengutuk di dalam hatinya tanpa berani terang-terangan mengatakannya keras-keras di hadapan sang pria. Yusuf diam. Melihat mata wanita yang ia panggil Revana itu dalam-dalam. Entah kenapa ia memiliki ilusi bahwa di dalam mata Revana ia melihat dirinya sedang diinjak-injak oleh wanita tersebut. Ah, rupanya wanita ini sedang marah. Sepertinya ia sedang memakinya di dalam hati. "Terserah!" Rosita angkat tangan. Ia muak dengan iblis di hadapannya.
All Rights Reserved
#246
marriagelife
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Don't Escape: Look At Me, Your Devil Angel
  • Saujana Sandyakala ~ Completed
  • Sakinah [Sudah Diterbitkan]
  • Dikhianati Tuhan
  • ISTRINYA REVAN!
  • Mahardika Raja {On Going}
  • Assalamualaikum Imamku
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • Lajur Rasa - [END]
  • Revan Reiva

"Merindukanku, sayang?" Suara itu. Senyuman iblis itu. Wajah yang tersenyum seolah tak berdosa yang pria itu tunjukkan membuat hati Renggana mendadak berubah menjadi remah roti yang siap hancur kapan saja. "Ba-bagaimana kau bisa ada disini?" "Itukah kalimat pertamamu untuk suamimu ini sayang? Setelah kau pergi begitu saja 3 tahun yang lalu?" "Kau bukan suamiku!" teriak Renggana emosi. Baginya, pria berwajah bak dewa itu bukanlah suaminya. Dia hanya iblis yang terkurung dalam tubuh manusia. Terdengar suara geraman dari mulut laki-laki tersebut. Rahangnya nampak jelas mengeras hingga otot wajahnya menegang. Gemertak gigi yang saling bergesekan seolah membuat seluruh syaraf tubuh Renggana mendadak mati. Perempuan itu benar-benar ketakutan. "Cukup Nana. Jika kau lanjutkan cara bicaramu yang seperti ini. Akan kupastikan hari ini semua temanmu akan menjadi tunawicara." Pias sudah wajah perempuan yang baru saja menginjak usia 24 tahun tersebut. Wajahnya pucat pasi karena tahu itu semua bukanlah sekadar ancaman saja. Apa yang dikatakan oleh Edzsel pasti akan menjadi kenyataan. "Kemarilah ... dan semua temanmu akan kubiarkan hidup dengan tenang." Tangan lelaki itu terulur kedepan. Menawarkan perlindungan pada istrinya yang masih terlihat ketakutan bahkan walau hanya berdekatan saja dengannya. Renggana masih diam terpaku dan memikirkan bagaimana caranya agar dia bisa selamat dari genggaman pria gila ini. Tapi mengingat nyawa kawan-kawannya menjadi taruhan, tak pelak membuat Renggana memilih untuk menyerah saat ini. Dia berjalan gontai mendekat kepada suaminya, yang kini sedang tersenyum penuh kemenangan sembari menatapnya. Terinspirasi dari lagu "Lily" Alan Walker. Nb: Sudah prnah kujelaskan di story sebelah ya (Kita: Judges), kalau aku itu gk terlalu like sm tipe manipulatif yg tdk terkalahkan. Jd di sini, protagonisnya emang bkn tipe yg diem2 bae di posesifin, oke? Aku gk suka kalau perempuannya lemah.😂 Ya ... dicoba baca dulu lah biar tahu:v Cover by Can

More details
WpActionLinkContent Guidelines