PERJODOHAN, mungkin tidak asing lagi bagi kita di dunia zaman now ini.
Terdengar sangat kuno memang untuk saat ini, tapi itulah yang dialami oleh Allysa Halima Prameswari, kedua orang tuanya sudah menjodohkan Allysa sejak umur lima tahun. Jika saja kedua orang tuanya mengerti keinginnya agar dapat memilih lelaki yang akan menjadi suaminya sendiri tanpa bantuan campur tangan keduanya.
Allysa takut jika menikah karena perjodohan pada akhirnya tidak akan mendapatkan cinta terbaik mereka. Jangan kan cinta terbaik yang akan Allysa dapatkan, apakah pasangannya nanti dapat menerimanya atau justru menolak untuk dijodohkan dengannya saat mereka dipertemukan.
Kisah klasik dari dua insan yang jatuh cinta lewat sebuah perjodohan yang awalnya membuat mereka ketar-ketir menentukan masa depan mereka.
alyssa adalah Seorang gadis cantik yang baru saja hijrah, ia berharap untuk bisa berjodoh dengan seorang hafidz qur'an
Hanya dengan satu kali melihatnya di sebuah acara pondok membuat dirinya mengagumi lelaki itu.
Ia tak yakin bisa berjodoh dengan lelaki yang dikaguminya, karena hanya ia yang mengenalnya sedangkan lelaki itu tidak mengenalnya sama sekali.
Namun suatu hari ada seseorang yang mengatakan bahwa
"Kalau memang jodohnya akan Allah satukan.
Sejauh apa pun jarak nya, akan Allah dekatkan.
"Jarak yang dekat belum tentu jodoh, lama bertemu juga belum tentu berjodoh.
Tapi, kalau memang jodoh pasti akan di pertemukan juga di dekatkan oleh-Nya."
akhirnya alyssa hanya bisa pasrah dan berdo'a pada sang ilahi untuk dapat berjodoh dengan lelaki impiannya.