Tragedi 6-10-4

Tragedi 6-10-4

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 6, 2021
Kejadiannya bermula di negara bagian, California. Pada tanggal 6 Oktober dan di tahun 2004 terjadi sebuah fenomena alam yang tidak di duga kedatangannya. Sebuah bintang yang hanya turun 1000 tahun sekali, kini jatuh sebanyak 3 kali dalam kurun waktu satu malam. Setelah kejadian itu, kejanggalan demi kejanggalan terlihat pada mereka. Mereka itu adalah anak anak kecil yang masih menginjak umur rata rata di bawah 10 tahun. Mereka memiliki suatu keistimewaan yang menjadi sumber bahaya bagi masyarakat dan kota. Membuat mereka terasingkan dan di musuhi oleh masyarakat lain. Karena ingin bertahan hidup, mereka pun tanpa segan menghancurkan, membunuh bahkan menyiksa. Dan kejadian di mana bintang itu jatuh di sebut dengan TRAGEDI 6-10-4.
All Rights Reserved
#34
california
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Midwest Princess
  • MY HUSBAND CEO[Completed]
  • Paradise
  • The Dimpled Man
  • ALONE [END]
  • SAMUDRA BERCERITA || END
  • Take Over The Moonlight
  • ANANDITASWARA [TERBIT]
  • Sayap-Sayap Cinta

"Dengarlah, anak-anak Crimson... tentang langit yang dulu bersinar, dan kini menangis darah. Pernah ada masa, jutaan tahun silam, saat sayap terang dan tanduk gelap bertarung di atas awan. Malaikat-pembawa harapan. Iblis-penggenggam kehancuran. Mereka menari di langit, mematahkan bintang-bintang, dan bumi menjadi panggung untuk dendam yang tak selesai. Gunung meledak, laut berubah bara, dan doa-doa jadi abu dalam perang yang tak berakhir. Tak ada pemenang, hanya dunia yang retak. Crimson-namanya lahir dari luka, warna tanahnya pun seperti hati yang pernah dicabik taring neraka. Kini... roh gentayangan mengeluh di lorong-lorong senyap, bayangan berjalan tanpa tubuh, dan sihir-ah, sihir kini lebih mirip kutukan daripada keajaiban. Tapi dengarlah baik-baik, di tengah reruntuhan dan langit yang patah, selalu ada satu cerita kecil yang berani menyalakan nyala- meski api itu kecil dan nakal, ia bisa jadi awal dari sesuatu yang lebih besar..." (Si penyair menutup matanya, tersenyum pelan. Dan angin Crimson kembali berbisik)

More details
WpActionLinkContent Guidelines