Story cover for Albara Putra by Titah28
Albara Putra
  • WpView
    Reads 285
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 11
  • WpView
    Reads 285
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 11
Ongoing, First published May 04, 2021
Dulu, Bara sangat dijaga bak berlian oleh keluarganya. Dijaga mati-matian sampai mereka rela mempertaruhkan nyawanya untuk Bara dan adik kembarnya. 

Tapi-

Itu DULU!

Sebelum kejadian mengenaskan yang merenggut nyawa adik kembarnya itu terjadi. Semuanya terjadi bukan karena  salahnya, tapi kenapa Bara yang disalahkan, di caci maki, bahkan sampai diusir oleh keluarganya sendiri?

Mereka dengan teganya mengusir seorang anak kecil yang masih sangat polos, lugu, dan yang Bara tahu hanya bermain dengan saudara kembarnya. Padahal waktu itu, diumurnya yang masih belia ia sudah merasakan apa arti sebuah kehilangan. 

Karena kesalahpahaman itu, Bara tumbuh menjadi seorang pemuda yang mandiri dan bekerja keras. Setiap hari ia harus banting tulang mencari pundi-pundi rupiah untuk bertahan hidup di dunia yang fana ini. 

Sampai suatu ketika, keluarganya yang dulu tidak menganggapnya malah kembali menemui Bara dan menginginkannya untuk kembali kedalam pelukan mereka.

Akankah Bara mau berkumpul kembali dengan keluarganya? Tentu tidak.

Mau tidak mau, Bara tetap akan kembali karena paksaan keluarganya dan semua hal tentang 'kebebasan' akan hilang dari dalam hidupnya.

Tapi Bara tak akan tunduk begitu saja.

Bara akan terus berjuang untuk mendapatkan 'kebebasan' nya!




Penasaran? Yukk ikutan jadi saksi perjalanan hidup dari seorang Albara Putra.

 

°°°°°°°°°°°°°
‼️Plagiat? Inget dosa yang udah numpuk.

‼️Murni pemikiran Author.

‼️ Hanya cerita iseng-iseng, update g nentu, sebisanya Author.
All Rights Reserved
Sign up to add Albara Putra to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Seperti Tulang [SUDAH TERBIT] by din4diinn
25 parts Ongoing
⚠️ Ditulis oleh: Aksaradin & NS. Sea ⚠️ Tersedia di shopee @ranisalenovel *** Haura Putri Maheswari, perempuan yang dikenal cantik, entah parasnya, maupun bentuk lukanya. Haura tumbuh pada atap sempurna, tapi cacat. Ia diperbolehkan untuk tinggal, meski suasana tampak berbeda dalam sana. Sebab, beberapa orang mungkin tidak akan pernah menganggapnya terlihat. Meskipun begitu, Haura tetap ingin bersama keluarganya. Tidak ada yang baik-baik saja, hari-hari terasa seperti berjalan pada kegelapan. Memasuki dunia yang di mana hanya ada luka dan air mata. Hidup tidak selamanya berisi kebahagiaan, memang. Luka, duka, pilu, dan rasa sedih akan selalu bertandang tanpa henti. Bahkan, tidak semua orang mampu bertahan hingga akhir. Ada yang memilih memutuskan jalannya sendiri, memilih mengutuk diri atas kelahiran, dan ada yang pulang sebelum waktunya. Namun kali ini, Haura berharap ia mampu bertahan di tengah gempuran pembenci. Tak ada yang dapat disalahkan, termasuk takdir. Semua yang terjadi sudah memiliki garisnya sendiri. Haura percaya, pada awalnya, bahwa hal-hal yang rusak pasti akan menemukan utuhnya suatu saat nanti. Hingga di mana kepercayaannya mulai pudar, seseorang datang, menuntunnya kembali pada jalan berbatu yang ia lalui sebelumnya. Ia jelas menolak, untuk apa kembali pada tempat yang sama jika harus mengulang patah yang serupa untuk kesekian kali? "Untuk membuat usaha lo menanam benih bunga di tahun-tahun sebelumnya nggak sia-sia. Gak mungkin 'kan kalau lo gak mau ngelihat hal indah yang selau lo nanti kedatangannya." - Samudra Sean Albiru **** "Ketika hidup dianugerahi patah berkali-kali, kau akan memilih mati, atau kembali sembuh dalam keadaan tak utuh?" - Seperti Tulang
About My Brother ✔ [Banginho] by ShaviraRubby
52 parts Complete Mature
(belum direvisi, masih tulisan newbie) "Tak semua luka dapat diobati oleh waktu. Waktu yang melupakan, namun waktu juga yang mengingatkan." ••••• [Season 1: About Lenno] Lukman Ardiansyah, atau yang biasa dipanggil Lukman hanyalah cowok biasa. hidupnya tak seindah remaja lain karena diusianya yang masih sangat muda, ia harus merasakan bagaimana kejamnya dunia. bekerja sebagai tukang antar koran demi menyambung hidup adalah kesehariannya. Bintang Albara Mahesa, atau yang biasa dipanggil Bara adalah pemuda berperangai buruk. Keras kepala, jutek, arogan, sombong dan sederet kalakuan jelek ada padanya. Namun siapa sangka dibalik perilakunya yang seperti itu, Bara adalah sosok yang begitu rapuh. Ada luka masa lalu yang ia sembunyikan dari dunia luar. Luka yang terus membayanginya. Hingga segalanya berubah setelah Lukman tak sengaja bertemu dengan seorang pria berjas yang mengajaknya tinggal bersama. Dan mempertemukannya dengan Bara. ••••• [Seaseon 2 : About Bara] Jika kau bertanya apa yang Bara tidak punya? Hanya ada satu jawaban yang akan kau terima. Yakni: waktu. Karena hanya itu yang menjadi satu-satunya masalah untuk seorang Albara Mahesa. Waktu mempermainkannya sejak 16 tahun silam. Waktu mengoyaknya dari dalam. Waktu menggerus dirinya terus menerus, membuatnya terjatuh ke dasar jurang dengan kegelapan yang mencekam. Waktulah musuh yang nyata untuknya. Memutar balik tentang apa yang pernah terjadi dan apa yang akan terjadi. Lalu... Dapatkah Bara melawan sang waktu untuk tetap bertahan di dunia yang sungguh singkat ini? Dan adakah yang bisa menolongnya? Book 1: About Lenno. Start season 1: 8 july 2019 End: 29 aug 2019 Book 2: About Bara. Start season 2: 31 aug 2019 End: 17 sep 2019
You may also like
Slide 1 of 9
Seperti Tulang [SUDAH TERBIT] cover
HILANG [Segera Terbit] cover
 CHANGE ME ✓ cover
Time Loop cover
B.L [End, Yaoi/BL Lokal] ✔ cover
About My Brother ✔ [Banginho] cover
About Naskala [on going] cover
ALEYA~~ cover
Diary Depresiku cover

Seperti Tulang [SUDAH TERBIT]

25 parts Ongoing

⚠️ Ditulis oleh: Aksaradin & NS. Sea ⚠️ Tersedia di shopee @ranisalenovel *** Haura Putri Maheswari, perempuan yang dikenal cantik, entah parasnya, maupun bentuk lukanya. Haura tumbuh pada atap sempurna, tapi cacat. Ia diperbolehkan untuk tinggal, meski suasana tampak berbeda dalam sana. Sebab, beberapa orang mungkin tidak akan pernah menganggapnya terlihat. Meskipun begitu, Haura tetap ingin bersama keluarganya. Tidak ada yang baik-baik saja, hari-hari terasa seperti berjalan pada kegelapan. Memasuki dunia yang di mana hanya ada luka dan air mata. Hidup tidak selamanya berisi kebahagiaan, memang. Luka, duka, pilu, dan rasa sedih akan selalu bertandang tanpa henti. Bahkan, tidak semua orang mampu bertahan hingga akhir. Ada yang memilih memutuskan jalannya sendiri, memilih mengutuk diri atas kelahiran, dan ada yang pulang sebelum waktunya. Namun kali ini, Haura berharap ia mampu bertahan di tengah gempuran pembenci. Tak ada yang dapat disalahkan, termasuk takdir. Semua yang terjadi sudah memiliki garisnya sendiri. Haura percaya, pada awalnya, bahwa hal-hal yang rusak pasti akan menemukan utuhnya suatu saat nanti. Hingga di mana kepercayaannya mulai pudar, seseorang datang, menuntunnya kembali pada jalan berbatu yang ia lalui sebelumnya. Ia jelas menolak, untuk apa kembali pada tempat yang sama jika harus mengulang patah yang serupa untuk kesekian kali? "Untuk membuat usaha lo menanam benih bunga di tahun-tahun sebelumnya nggak sia-sia. Gak mungkin 'kan kalau lo gak mau ngelihat hal indah yang selau lo nanti kedatangannya." - Samudra Sean Albiru **** "Ketika hidup dianugerahi patah berkali-kali, kau akan memilih mati, atau kembali sembuh dalam keadaan tak utuh?" - Seperti Tulang