"Berhati-hatilah. Entah apapun itu, kalau kau tidak ingin bernasib sama dengan..."
--
Park Jimin, sang penyanyi, menghilang.
Sudah dua bulan sejak saat itu dan kini kasusnya pun terancam untuk ditutup; sampai seseorang yang misterius memberi petunjuk pada agensinya mengenai keberadaan terakhirnya di sebuah desa bernama Desa Paran.
Min Yoongi, seorang fotografer kelas teri yang masih terus berusaha untuk menggapai mimpinya, dibayar untuk menemukan bukti keberadaan dari Park Jimin. Tinggal dan membuka studio foto di Desa Paran adalah kedoknya untuk tidak dicurigai selama ia mengerjakan misinya. Walaupun ia merasakan ada yang tidak beres pada desa tersebut, tetapi demi uang, Yoongi mau melakukannya.
Dua hari setelah pindah, ia bertemu dengan seorang pemuda bernama Kim Namjoon, pemilik bioskop setempat yang entah mengapa membuat Yoongi tertarik padanya. Namun, ia semakin mempertanyakan pemuda itu setelah menyaksikan kejadian aneh yang ditemuinya di Desa Paran. Apakah ia benar-benar dapat dipercaya? Mengapa ia seperti menyembunyikan sesuatu? Lalu, sebenarnya kemanakah Park Jimin yang hilang itu?
--
Start: 4 Mei 2021
⚠️Warning!
MAY contains blood, mild mature themes, r18, curse words
"dia adalah separuh lainnya, tetapi terserah padanya untuk memutuskan apakah dia akan menjadi sisi yang lebih baik atau lebih buruk darinya."
gadis itu memandangnya berdansa setiap malam, dalam diam. Satu yang ia tak tahu adalah, laki-laki itu menyadarinya.
----
"Dia teman kecilku. Seseorang yang sangat kusayangi." Ucap June
Keheningan, lagi.
"Kau tahu", Jimin memulai, "Kebetulan aku juga punya teman seperti itu. Seseorang yang sangat kusayangi."
Sebuah jeda.
"Bunga ini untuknya."
Untuk dia?
"Aku menjenguknya di rumah sakit. Kupikir aku harus membawakannya bunga meskipun aku tahu dia membencinya." Dia tertawa, tetapi tawa itu tampak kosong, tidak banyak kebahagiaan yang bersembunyi di baliknya. "Tapi kurasa dia benar. Bunga itu awalnya cantik, tetapi ketika mereka mulai layu, mereka hanya akan menyisakan kenangan tentang betapa indahnya mereka dulu."
Jimin terus berbicara, June sudah mulai menampar dirinya sendiri dalam pikirannya karena terlalu dangkal tentang segala hal. Mengapa dia begitu peduli tentang hubungannya dengan Boyoung?
"June", Jimin menoleh, mata cokelat gelapnya menatapnya. "Foto yang telah kita bicarakan sebelumnya, diambil pada tahun 2015."
----
sebuah cerita tentang self-love dan self-destruction