Toxic Wish [BACA SELAGI ON GOING]

Toxic Wish [BACA SELAGI ON GOING]

  • WpView
    Reads 302
  • WpVote
    Votes 59
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 20, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Fyi, garis besar dari cerita ini terinspirasi dari kisah nyata. Aku Alyra, sangat bahagia karena telah ada orang baik yang menulis cerita dengan garis besar yang diangkat dari kisahku. Terimakasih kepada kalian, nama-nama yang Tuhan izinkan masuk dan berhasil menebar berjuta warna disepengal kisahku yang masih abu-abu. Dan kepada kenangan yang tertinggal, terimakasih atas kesempatannya. Disini, dengan segenap tawa, luka, cinta dan persahabatan rinduku akan terus membeku. *** Awal dari kisahnya adalah karena harapan konyol. Tepat pada usianya yang ke-14 tahun, Alyra Atmariani meminta agar masa SMA-nya berkisah seindah novel-novel yang ia baca. Hingga tanpa sadar hal Itu perlahan terjadi. "Sekarang gue sadar, gue salah menaruh poros kebahagiaan gue pada satu orang. Hingga tiba-tiba dia pergi dan gue kehilangan sandaran." ----- "Kalo harus sesakit ini, gue lebih baik denger kebohongan lo. Apa semustahil itu dunia ini biarin gue bahagia walau sedetik aja?" ----- "Karena gue nggak mungkin ngebebanin dia dengan keadaan gue yang cacat kayak sekarang!" ----- Temukan keunikan tersendiri dari cerita ini. Selamat membaca, selamat jatuh cinta, menangis, dan tertawa^^ Semoga kalian suka, thank you🖤 (Hak cipta dilindungi undang-undang)
All Rights Reserved
#9
sekala
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Suddenly Marriage
  • Dandelion [Completed]
  • All Nonsenses (COMPLETED)
  • HILANG [Segera Terbit]
  • Friendzone?
  • ARUMILA
  • Alur Kehidupan [REVISI]
  • Terima kasih Ravindra
  • Kenapa Harus Dia?
  • 2.LAST RAIN [ You're the only one ]✔ Lee Jeno

"Mi, kemarin Pak Kades dan istrinya datang ke rumah. Dia ingin meminang kamu untuk menjadi istri anaknya," ucap Mama yang membuatku seketika langsung menghentikan kunyahan. "Mama kalau bercanda jangan pas lagi makan dong, nggak lucu kalau tiba-tiba aku tersedak terus meninggal," ucapku sambil tertawa. "Mama serius." Aku langsung melihat wajah mamaku, dari matanya aku bisa melihat keseriusan. Mendadak aku jadi merinding. "Jangan bercanda mulu dong, Ma, mana mungkin Pak Kades tiba-tiba melamar aku buat anaknya. Lagian aku nggak kenal sama anaknya Pak Kades," ucapku masih menyangkal kalau yang mamaku katakan bukanlah candaan. "Mama nggak lagi bercanda, Mi, Mama serius." Tenggorokanku serasa tercekat ketika mendengar perkataan Mama, "Ma, jadi ini serius?" Mama mengangguk dan itu membuat tubuhku seketika melemas. "Apa ini alasan Mama minta aku cepat-cepat pulang?" tanyaku yang dibalas anggukan oleh Mama. "Terus Mama jawab apa? Mama nolak 'kan?" tanyaku mulai was-was. "Ayah kamu sudah menerima, katanya nggak enak menolak tawaran Pak Kades. Kapan lagi 'kan kita bisa besanan sama orang terpandang?" Rahangku hampir saja lepas dari tempatnya saat mendengar jawaban Mama. "Nanti malam Pak Kades datang lagi ke sini sekalian bawa anaknya, mereka mau melamar kamu secara resmi." Aku semakin gila setelah mendengar sambungan perkataan Mama.

More details
WpActionLinkContent Guidelines