LAIN✔️

LAIN✔️

  • WpView
    Reads 88
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Mon, May 10, 2021
Rein tak sengaja berjumpa lagi dengan Rama, laki-laki yang dulu sempat ia kagumi diam-diam. Hari itu merupakan pertemuan pertama mereka setelah tak terhitung berapa purnama berlalu. Tentu, Rama tak sendiri, ia bersama Risa. Hal itu sedikit mengejutkan Rein. Saat manik mata Rein menatap kedua pasangan itu, Rein bukannya sakit hati. Hanya saja, mengapa mereka masih saling cinta sampai sekarang? Bukan karena Rein iri atau tak terima, masalahnya kedua pasangan itu kini sudah tak seharusnya melangkah seirama. - [ Cerita ini dibuat untuk meramaikan event Flash Holiday Contest oleh WattpadYoungAdultID ]~ 🗒 Masuk dalam antologi di profil WattpadYoungAdultID.
All Rights Reserved
#259
aneh
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • He Wrote My Name Wrong
  • He Was My First Love
  • My enemy My Husband (END)
  • Scent Like Laven [HyungKi] [ShowKyun]
  • He Was My First Romance
  • Wedding Story [tersedia Ebook]
  • Never Really Over ✔
  • "Waiting For Get Better"

He Wrote My Name Wrong Wattpad by barelyunknown SMA Harapan Baru katanya sekolah penuh "cinta pertama". Katanya sih. Nyatanya? Hari pertama orientasi aja aku udah dapat partner paling nggak ramah sedunia-Raynald Ezra, si cowok tinggi berkacamata yang ngomongnya kayak dosen dan nggak pernah senyum. Meira Anindya enggak pernah menyangka kalau hari pertamanya di SMA akan dipenuhi kejutan-terutama kejutan bernama Raynald Ezra. Cowok cuek dari kelas sebelah itu bikin Meira salah tingkah sejak insiden kecil di hari MOS. Tapi bukan SMA namanya kalau perjalanan cinta mulus-mulus aja. Mulai dari beda kelas, cewek berhijab yang selalu bareng Ray, sampai kenyataan bahwa Ray punya masa lalu yang belum sepenuhnya ia lepas. Sementara Meira sibuk memahami perasaannya, Ray juga diam-diam menyimpan rasa-rasa yang belum pernah ia tunjukkan ke siapa pun sejak kehilangan orang terdekatnya. Satu hal yang pasti: keduanya sama-sama belum siap untuk jujur... bahkan pada diri sendiri. Di antara tumpukan tugas, eskul, dan jantung yang deg-degan tiap ketemu di lorong sekolah, Meira dan Ray belajar satu hal: cinta pertama enggak selalu tentang kata yang sempurna, tapi tentang siapa yang bikin kamu ingin menulis ulang segalanya-termasuk nama seseorang, meski awalnya kamu salah tulis.

More details
WpActionLinkContent Guidelines