(Our) Meeting?

(Our) Meeting?

  • WpView
    Reads 71
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 6, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Malam itu tiba, malam yang tidak pernah ditunggu-tunggu oleh keduanya. Akankah ada sebuah kata pisah? Atau malah harap tersebut akan kian nyata? Entahlah, sepertinya masih begitu rumit untuk diputuskan. "Semoga kita dapat bertemu kembali di titik yang lebih baik lagi, Nora!" Ucapnya melangkah ke titik awal ia datang. Nora diam, jujur hatinya begitu amat sangat hancur sekarang. Bagaimana bisa waktu yang ia idam-idamkan malah menjadi waktu perpisahan untuk mereka. "Kamu baru saja mengucapkan kata perpisahan?" Tanyanya dengan bulir air mata yang hendak mengalir deras. Hussein tersenyum dan kembali mendekat ke arah Nora. Entah apa yang membuat gadis kecil tersebut beranggapan begitu. "Tidak, aku tetap di sini, begitupula hubungan kita. Belum ada kata berakhir, Nora!" Tegasnya mengusap pelan air mata Nora. "Lantas tadi apa?" Lagi-lagi, pertanyaan itu keluar begitu saja dari mulut Nora. "Harapan," jawabnya yang kembali tersenyum ke arah Nora. Benarkah itu hanya sebuah harapan? Bagaimana jika perpisahan untuk mereka adalah nyata adanya?
All Rights Reserved
#785
jodoh
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Forced Love
  • RANNA
  • EDAMAME [TAMAT]
  • Setia Di Hati (Selesai)
  • RINDU DI PENGHUJUNG SENJA
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • Surat Untuk Takdir [ ON GOING ]
  • Our Journey To Love

FOLLOW BEFORE READING Terpaksa dalam bentuk apa pun, yang namanya paksa, memaksa, terpaksa enggak ada berakhir baik jika kita benar-benar menjalaninya dengan ikhlas. Karena kata ikhlas sudah tentu tidak mengandung paksaan. Cuek di awal, risih di awal memang hal yang biasa bukan? Apalagi bagi perempuan. Rasa nyaman memang tidak ada yang tahu, datang tiba-tiba dan sulit untuk dilupakan apalagi dihilangkan. Cinta itu tumbuh di sela-sela keterpaksaan dalam menjalani kehidupan. Berawal dari sebuah jaminan. "Apa jaminan buat gue?" "Gue bakal buat lo jatuh cinta," bisiknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines