One Way
  • WpView
    Reads 2,996
  • WpVote
    Votes 186
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 3, 2018
Dia pangeranku. Tapi dia musuhku. Dia pacar impian ku. Tapi dia musuh terburukku. Dia calon tunanganku. Tapi aku tak bisa mengenalinya. Aku membencinya. Tapi aku mencintainya. Oh, haha. Lucu sekali bukan? membenci dan mencintai orang yang sama disaat yang bersamaan. Cinta, juga benci. Keduanya seakan menyatu, khusus untuknya. Ya, dia. Hanya dia, dan tak ada yang lain. Menyedihkan, tapi juga mengharukan. -Cania-
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Stupid Play
  • LOSE YOU (COMPLETED)
  • Kapan Kau Kembali?
  • You're Here, But Not For Me
  • Sekali Lagi (End)
  • Remember?
  • Like A Shoes
  • GRIZLEN {On Going}
  • My Panda

Aku Menyukaimu Aku Menyayangimu Aku Mencintaimu Aku Merindukanmu Dan aku melakukan hal semua itu dengan bodoh Ya, kebodohanku yang membuatku seperti ini Kamu yang dekat denganku tetapi, terasa jauh dariku Dan dengan kebodohanku aku membiarkanmu dengan orang yang kamu cintai Dan dengan kebodohanku aku semakin menyakiti diriku sendiri dengan berada di sampingmu setiap 'dia' menyakitimu karena kebodohanku, permainan ini dimulai Ps: sebagian cerita di private.

More details
WpActionLinkContent Guidelines