Cukup sekian dan terima kasih

Cukup sekian dan terima kasih

  • WpView
    Reads 85
  • WpVote
    Votes 76
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 10, 2021
"Kata orang cinta pertama adalah cinta monyet, tapi cinta pertama ku adalah bising yang tak mau bergeming." 🗨️🗨️🗨️ Geneisa Allentis, tujuan hidup nya telah berubah di detik-detik terakhir masa sekolah di bangku SMA. Hanya karna seorang Juna Prahadi, cinta monyet Allen ketika kecil. Hingga Allen memutuskan jika dia harus menikah dengan Juna, bahkan setelah lulus pun Allen siap. Asal dengan Seorang Juna Prahadi. "Gue tau Lo gak seromantis Rangga, yang jago buat puisi untuk Cinta. Tapi seenggak nya biarin puisi Allen kaya Rangga, yang akan menyampaikan perasaan Allen ini. Perasaan yang cuma buat Juna. Sekian dan terima kasih." Allen masih bertahan berdiri di hadapan Juna, yang tidak menunjukkan ekspresi apapun. Hanya datar. "Dan gue pikir Lo gak akan sebodoh tokoh fiksi Troll yang ada di dunia fantasi. Untuk ngerti arti kalimat 'Gue gak suka cewek kaya Lo.'" Juna membalas Allen. Berharap cewek di hadapan nya mulai mau menjauh. 🗨️🗨️🗨️ Mampir yuk moga aja suka. Moga aja suka🤗🤗 btw msh pemula perlu banyak saran.😅
All Rights Reserved
#61
juna
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GHAIKA (REVISI)
  • I'm Not Just a Figuran
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Transmigrasi Ziora
  • Blueprint Pelarian Villain
  • GRAVARENZO
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Tsundere Maniak Susu
  • The Time

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines