We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Near

Near

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 7, 2021
WpInfo
Fiction
Social Themes
"Bang Vino" suara cempreng itu terdengar lagi. Vino yang mengetahui siapa pelakunya hanya berdecak sebal. Namun dia tetap menjawabnya. "Ehmm" jawabnya seperti terdengar tak berniat. Tapi hal itu cukup bagi Afifah. Dia sudah begitu bahagia dengan hal itu. "Boleh gak?" tanyanya dengan tatapan polosnya. Pertanyaan itu membuat Vino lantas menolehkan kepalanya menghadap Afifah dan bertanya dengan sikap seakan tidak penasaran. "Boleh apa?" "Boleh gak aku sebut nama abang dalam do'a di setiap tahajud ku?" dengan tidak tau dirinya pertanyaan itu lolos dari bibir Afifah. Selang beberapa detik Afifah merasakan sesuatu mengenai kepalanya. Dari sudut matanya dia melihat ke arah kanan dimana arah lemparan itu berasal. Kemudian suara bas itu terdengar dengan tegas. Afifah hanya menunduk saja jika suara itu sudah terdengar. "Gak usah aneh-aneh. Vino gak bakal mau sama cewek bar-bar kayak kamu dek" kalimat itu membuat Afifah lesu namun bibirnya menghasilkan seringai tajam.
All Rights Reserved
#344
pandangan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Marked By Lorenzo
  • KAY'S STORY
  • Revenge Partner • 97L
  • ADRIAN THE OF OBSESSION
  • You Don't Know Me
  • Cinta Di Antara Ombak
  • confused love
  • Regret Obsession and Love
  • Leaskandaro

"Kamu milikku, Vivian. Entah kamu menginginkannya atau tidak." Vivian Cami hanya ingin hidup sederhana-bekerja di kafe kecil, membayar sewa tepat waktu, dan menjalani hari-harinya tanpa gangguan. Tapi semua itu berubah ketika dia menarik perhatian Lorenzo Corvus, pria yang namanya berbisik di setiap sudut kota sebagai mafia paling berbahaya. Sejak malam itu, Vivian merasa selalu diawasi. Ada mobil yang mengikutinya, sosok bayangan yang mengintai, dan tatapan gelap pria itu yang seolah mengunci dirinya dalam dunia yang tidak bisa ia hindari. Lorenzo tidak hanya ingin Vivian. Dia ingin memilikinya sepenuhnya. Dia memastikan tidak ada yang bisa mendekati gadis itu-karena begitu dia menandai sesuatu sebagai miliknya, tidak ada jalan keluar. Tapi apakah ini benar-benar cinta? Atau hanya obsesi yang berbahaya? Dan yang lebih penting-bisakah Vivian melawan perasaan yang perlahan tumbuh di hatinya untuk pria yang seharusnya ia takuti? ---- not plagiatrisme, sebelum membaca budayakan follow. dan beri votement!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines