Story cover for Scenario by Hisagada
Scenario
  • WpView
    Reads 62
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 62
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published May 06, 2021
Kata Bang Ahmad, jadi seorang abang itu mirisnya minta ampun. Baru juga pulang kerja, napas masih tersengal karena naik motor tanpa rem depan, eh sudah disambut dua tangan dari dua manusia berbeda dengan gaya dramatis: "Bang, minta duwet!" Satu dari depan, satu dari samping. Seolah-olah dia itu ATM berjalan. Ya Tuhan, kadang pengen nampol, tapi tangannya sendiri juga kosong.

Salah satu dari dua manusia itu adalah Mbak Adis, makhluk Tuhan yang hidup dengan prinsip spiritual: "Besok pasti ada rezeki lagi." Entah dia yakin dari langit mana rezeki itu bakal nyangkut, tapi yang jelas, setiap uang mampir ke tangannya, langsung lenyap tanpa sisa. Katanya, "Uang itu dikasih buat dihabiskan!" dan dengan bangga ia menyebut dirinya ahli ekonomi aliran boros-positif. Bertentangan sekali dengan filosofi hidup si bungsu.

Nah, kalau Si bungsu, si Andin, dia itu semacam menteri keuangan pribadi keluarga. Penganut garis keras peribahasa "Hemat pangkal kaya" dan penyembah potret Soekarno di lembaran merah. Uang bukan hanya disayang, tapi dipeluk erat-erat, diselipkan di bawah bantal, bahkan kadang dicium sebelum tidur. Pekerjaan tetapnya? Menggandakan uang-tapi bukan seperti dukun, melainkan dari kakak-kakaknya. Entah lewat rayuan, intimidasi halus, atau modus "pinjam dulu ya", ujung-ujungnya dompet abang dan mbaknya kempes, Andin tersenyum lebar.

Dan begitulah, rumah mereka bukan sekadar tempat tinggal, tapi juga arena sirkus finansial: satu kerja, dua minta, satu nabung, dua ngabisin. Kadang pusing, tapi kalau dipikir-pikir, ya itulah seni hidup dalam keluarga-saling menodong dengan cinta.
All Rights Reserved
Sign up to add Scenario to your library and receive updates
or
#29scenario
Content Guidelines
You may also like
JASA [TAMAT] by empinn_
40 parts Complete
JASA atau singkatan dari Jevan, Agel, Savier dan Agam. Mereka adalah 4 sekawan yang tidak pernah terpisahkan sejak dalam kandungan. Bertengkar, bercanda, gibah bahkan mandi bersama pun sudah sering mereka lakukan. Jangan tanya reputasi mereka disekolah, kadang baik, bandel, bikin mleyot, atau bisa juga bikin guru BK darah tinggi karena ulah mereka. Membaca cerita ini akan membawa kalian melihat bagaimana hubungan persahabatan mereka. Ada juga konflik kecil yang menghiasi kehidupan mereka. Semua akan dibahas disini. Mulai dari persahabatan, saudara dan hubungan darah. ### "WOY KALIAN!! NGAPAIN NGERUMPI MALEM MALEM DISANA?! MAU NGEPET YA LO PADA DIRUMAH GUE?!" Teriak seseorang dengan kencang mengagetkan mereka semua. Bahkan Savier sampai keselek susu strawberry nya. "Loh kok Agel bangun? Kita kan mau ngasih suprais buat Agel." Polos Jevan sambil menatap Agel. Agel yang sedang nangkring di jendela kamarnya langsung tersenyum lebar mendengar perkataan Jevan. "Ohh.... Kalian mau ngasih gue supris? Tunggu ya, gue buka kunci rumah dulu terus pura-pura tidur. Nanti kalian masuk aja ke kamar gue seolah-olah gue gak tau rencana kalian." Oceh Agel sambil mencoba turun dari jendelanya. "Oh iya, tenang aja nanti gue bakal akting pura-pura kaget gitu biar rencana supris kalian berhasil. Baik kan gue? Oh jelas baik. Agel gitu loh." Lanjutnya sebelum menutup jendela kamarnya. Jevan, Agam dan Savier menatap heran kearah Agel. Mana ada orang yang berulang tahun merencanakan kejutan untuk diri sendiri? ### Cerita ini hanya sebagai hiburan. Tidak ada konflik berat ataupun teori. Jadi yang sedang mencari cerita ringan silahkan baca.
You may also like
Slide 1 of 10
Oh My Baby Girl, Im Sorry!!! cover
Keluarga Birawa [Sudah Terbit] cover
JASA [TAMAT] cover
HANCUR💔<END| cover
Because I'm Stupid (End) cover
Living with Brothers  [TAMAT]✓ cover
FILOSOFI RUMAH cover
ALVASANDRA cover
My Three Brothers [Terbit] cover
SEPUCUK SURAT CINTA cover

Oh My Baby Girl, Im Sorry!!!

13 parts Complete

DON'T COPAS MY STORY!!! (Part tdk lengkap-sudah terbit) .... "Bara, Killa hamil" adu seorang perempuan berwajah imut bernama Syakilla pada seorang pemuda tampan berwajah dingin dan kejam "Terus?" tanya Bara dengan tatapan datar Killa menatap Bara dengan mata bulatnya yang indah "Terus killa harus gimana?" tanya Killa dengan polos "Terserah" acuh Bara lalu fokus lagi pada ponselnya Killa sudah tau jawabannya, dia berdiri dan mengambil tas slempangnya "Hmmm, killa pamit aja deh bar." pamit Killa dan berlalu keluar dari apartemen Bara Percuma dia datang pada Bara, lebih baik Killa pergi dan hidup dengan tenang setelahnya ******* Cover edited by canva