Kata Bang Ahmad, jadi seorang abang itu mirisnya minta ampun. Baru juga pulang kerja, napas masih tersengal karena naik motor tanpa rem depan, eh sudah disambut dua tangan dari dua manusia berbeda dengan gaya dramatis: "Bang, minta duwet!" Satu dari depan, satu dari samping. Seolah-olah dia itu ATM berjalan. Ya Tuhan, kadang pengen nampol, tapi tangannya sendiri juga kosong.
Salah satu dari dua manusia itu adalah Mbak Adis, makhluk Tuhan yang hidup dengan prinsip spiritual: "Besok pasti ada rezeki lagi." Entah dia yakin dari langit mana rezeki itu bakal nyangkut, tapi yang jelas, setiap uang mampir ke tangannya, langsung lenyap tanpa sisa. Katanya, "Uang itu dikasih buat dihabiskan!" dan dengan bangga ia menyebut dirinya ahli ekonomi aliran boros-positif. Bertentangan sekali dengan filosofi hidup si bungsu.
Nah, kalau Si bungsu, si Andin, dia itu semacam menteri keuangan pribadi keluarga. Penganut garis keras peribahasa "Hemat pangkal kaya" dan penyembah potret Soekarno di lembaran merah. Uang bukan hanya disayang, tapi dipeluk erat-erat, diselipkan di bawah bantal, bahkan kadang dicium sebelum tidur. Pekerjaan tetapnya? Menggandakan uang-tapi bukan seperti dukun, melainkan dari kakak-kakaknya. Entah lewat rayuan, intimidasi halus, atau modus "pinjam dulu ya", ujung-ujungnya dompet abang dan mbaknya kempes, Andin tersenyum lebar.
Dan begitulah, rumah mereka bukan sekadar tempat tinggal, tapi juga arena sirkus finansial: satu kerja, dua minta, satu nabung, dua ngabisin. Kadang pusing, tapi kalau dipikir-pikir, ya itulah seni hidup dalam keluarga-saling menodong dengan cinta.
⚠️YANG PLAGIAT DOSA
Bagaimana jadinya jika Caramel mempunyai gebetan yang merupakan kakak kelasnya. Namun, yang mengaguminya justru adik dari gebetannya?
Akankah Caramel menetap dengan kebodohannya, atau justru Caramel akan berpaling kepada orang yang selalu menyembuhkan luka di hatinya, adik dari gebetannya?
And ....
Apa kamu mempercayai cinta tanpa alasan?
Kamu tahu dia baik, tetapi kamu tidak ingin terlalu lama ada di dekatnya. Adapun orang lain, kamu tahu ada kekurangan dari ujung rambut hingga kakinya. Namun, kamu selalu ingin ada di dekatnya.
***
"Kak Galtha, Cara suka sama Kakak!" -Dara
***
"Jauhin gue, oke? Gue gak suka sama lo." -Galtha
"Kalo gue perjuangin lo, boleh gak?"
"Gue bukan negara yang harus lo perjuangin sampe merdeka."
***
"Cara, lo memperbesar rasa trauma gue.". -Galaxy
***
"Kan, lo tau kalo gue sukanya sama abang lo."
"Apa gue salah, kalo gue suka sama lo?"
"Gue cuma gak mau nyakitin lo."
"Abang gue nyakitin lo, gue yang sembuhin luka lo. Tapi lo pulangnya gak ke gue, lo pulang ke abang gue. Tanpa lo sadari, lo itu udah nyakitin gue."
"Gue yang bantu lo berdiri, tapi dia yang lo ajak lari." -Galaxy
***
"Gak capek jadi bego terus?" -Galaxy