Scenario

Scenario

  • WpView
    Reads 69
  • WpVote
    Votes 44
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 30, 2026
Kata Bang Ahmad, jadi seorang abang itu mirisnya minta ampun. Baru juga pulang kerja, napas masih tersengal karena naik motor tanpa rem depan, eh sudah disambut dua tangan dari dua manusia berbeda dengan gaya dramatis: "Bang, minta duwet!" Satu dari depan, satu dari samping. Seolah-olah dia itu ATM berjalan. Ya Tuhan, kadang pengen nampol, tapi tangannya sendiri juga kosong. Salah satu dari dua manusia itu adalah Mbak Adis, makhluk Tuhan yang hidup dengan prinsip spiritual: "Besok pasti ada rezeki lagi." Entah dia yakin dari langit mana rezeki itu bakal nyangkut, tapi yang jelas, setiap uang mampir ke tangannya, langsung lenyap tanpa sisa. Katanya, "Uang itu dikasih buat dihabiskan!" dan dengan bangga ia menyebut dirinya ahli ekonomi aliran boros-positif. Bertentangan sekali dengan filosofi hidup si bungsu. Nah, kalau Si bungsu, si Andin, dia itu semacam menteri keuangan pribadi keluarga. Penganut garis keras peribahasa "Hemat pangkal kaya" dan penyembah potret Soekarno di lembaran merah. Uang bukan hanya disayang, tapi dipeluk erat-erat, diselipkan di bawah bantal, bahkan kadang dicium sebelum tidur. Pekerjaan tetapnya? Menggandakan uang-tapi bukan seperti dukun, melainkan dari kakak-kakaknya. Entah lewat rayuan, intimidasi halus, atau modus "pinjam dulu ya", ujung-ujungnya dompet abang dan mbaknya kempes, Andin tersenyum lebar. Dan begitulah, rumah mereka bukan sekadar tempat tinggal, tapi juga arena sirkus finansial: satu kerja, dua minta, satu nabung, dua ngabisin. Kadang pusing, tapi kalau dipikir-pikir, ya itulah seni hidup dalam keluarga-saling menodong dengan cinta.
All Rights Reserved
#257
lawak
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝑫𝒖𝒅𝒂-𝟏 💸|| 𝑫𝒐𝒏𝒈𝒎𝒂𝒓𝒌 (New Cover)
  • Oh My Baby Girl, Im Sorry!!!
  • Keluarga Birawa [Sudah Terbit]
  • Because I'm Stupid (End)
  • NAIK PELAMINAN [TAMAT LENGKAP]
  • RAYYA & REVAL (completed)
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • SEPUCUK SURAT CINTA
  • My Three Brothers [Terbit]
  • ALVASANDRA

"Kamu kurang apa Mark?! Cukup. Ambil nih duit. Mobil? Kamu mau mobil? Ambil. Berhenti main yang nggak-nggak cuma buat dapetin duit. Jangan jadi beban keluarga!!. Liat abangmu. Liat anak sebelah. Mereka nurut harusnya kamu juga nurut kaya mereka!!!. Denger nggak?!!" "Nggak. Nggak denger" ________________ *BRAAKK!! "GUA!! SEBAGAI MARK LEE MENGAKUI!! GUA BUTUH DUIT BANYAK DI FASE INI!!!" "Ya udah cari sana" "Yaa!! Gua mau nyari!! Tapi gua masih sekolah kocak!!!" "Ada nih duda, tapi kaya. Anak satu pula" "Dih duda. Incer dompetnya aja" Pemuda bermata duitan yang bernama Mark Lee. Walau lahir dari keluarga kaya tetap saja sifat matrenya sudah mendarah daging. Semua akan ia lakukan hanya untuk mendapatkan lembaran uang yang tak ada puasnya. Jangan heran nyonya Lee sendiri juga Heran. "Menikah lah dengan ku, kau akan mendapatkan segalanya" "Ogah!! Duda!!" -BXB Homophobic? Skip. Ship Dongmark Happy reading semoga suka sama book ini ya ☺🤍

More details
WpActionLinkContent Guidelines