ZWART ✓

ZWART ✓

  • WpView
    Reads 2,184
  • WpVote
    Votes 178
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadMatureComplete Sun, May 9, 2021
WpInfo
Fiction
Mystery
"Mama, ini foto siapa?" "Mama, kok pose ini mirip Mafia yang Mama tonton semalam?" "Mama, ceritakan padaku cerita Mafia dong!" Ailee, anakku, memang menyukai segala jenis cerita. Mulai dari kuda terbang hingga pembunuhan kejam. Aku sih boleh boleh saja ia mendengar kisah seperti itu, toh ia masih kecil. Lagipula, aku akan terus memperhatikan perkembangannya agar ia tidak liar. Namun masalahnya, aku bukanlah orang yang dapat berimajinasi liar, tapi untung saja ia meminta cerita itu. Setidaknya aku tak perlu memaksa otak buntu ku ini untuk berimajinasi. ⚠️Trigger Warning : Kekejaman, Pembunuhan, Darah, Kekerasan, dan Bahasa Kasar. Bagi yang tidak menyukainya, diharapkan tidak membaca cerita ini. Ps. Semua karakter disini hanya imajinasi dan tak ada sangkut pautnya dengan kehidupan nyata. Latarnya memang di Indonesia, tapi bukan berarti karakter disini orang Indonesia, ya. Bijaklah sebelum membaca^^
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Angkasa (Forget Me Not)
  • Identity
  • Transmigrasi Arion Barendra [Hiatus]
  • 𝐐𝐮𝐞𝐞𝐧'𝐬 𝐌𝐚𝐟𝐢𝐚 𝐆𝐚𝐧𝐠𝐬𝐭𝐞𝐫 👑 Season 1 (TAMAT)
  • keadilan [On going]
  • AROS [END]
  • BAM [END]
  • Arnuka's Life

"Bunganya udah layu, Sa. Yakin mau dibeli? Nanti sampai rumah juga mati." "Gak apa-apa. Gw pastiin bunga ini gak akan mati. Layu bukan berarti mati, kan? Gw bakal rawat bunga ini... terus kasih ke Ayah." Ia tidak memilih mawar, tak pula melati. Hanya bunga kecil yang nyaris mati-seperti dirinya sendiri. Hari demi hari, ia rawat bunga itu seakan sedang menjaga harapan yang hampir padam. Rapuh, tapi belum sepenuhnya punah. Namun di Hari Ayah, harapan itu kembali layu. Bunga itu ditolak, bahkan sebelum sempat menyampaikan maksudnya. Dan malam itu... ia tak pernah pulang. Namun nyatanya, Tuhan itu adil. Setelah semua luka, setelah semua kejatuhan... Tuhan menghadirkan satu suara-yang tak menghakimi, tak pula menuntut. Hanya berkata pelan: "Sama gw, Sa. Sama gw terus. Kalo boleh berharap, semoga suatu hari nanti gw bisa jadi alasan lo buat pulang." Angkasa (last flower) "Forget me not" Warning ⚠️ Thriller × Angst × Crime !!! Cerita ini mengandung unsur thriller yang menegangkan, serta banyak adegan kekerasan, darah, kriminalitas, dan teka-teki. Harap bijak dalam memilih bacaan. ‼️⚠️

More details
WpActionLinkContent Guidelines