ALIYA YUDER

ALIYA YUDER

  • WpView
    LECTURAS 50
  • WpVote
    Votos 9
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, may 12, 2021
WpInfo
Ficción
Romance
18+ harap bijak dalam membaca cerita ini, jangan lupa like dan tinggalka jejak setiap setelah membaca. Braak!! "Lepaskan tangan kotormu dari wanitaku" Dave yang berhasil menerobos Apartemen Sandi geram melihat pria itu berusaha membaringkan Aliya disofa. "Siapa ka...ugk" pukulan Dave menghentikan ucapan Sandi "Brengse*...." Lagi-lagi pukulan serta tendangan mendarat pada wajah dan tubuh Sandi hingga tubuhnya tak berdaya Dave mendekati Sandi yang sudah tergeletak dilantai, dijepitnya rahang Sandi dengan telunjuk dan ibu jarinya "Kau berani menyentuh wanitaku.... Patahkan tangannya dan lempar kepenjara" perintah Dave pada 4 pada anak buahnya. Dengan tenang Dave menggendong Aliya yang tak sadarkan diri dan membawanya pergi meninggalkan Apartemen milik Sandi " jadi kau ingin bersenang-senang sebelum pernikahan kita" ditatapnya wajah cantik Aliya yang mulai tampak gelisah "Ayo kita bersenang-senang, kau akan mendapatkannya" gumam Dave, senyuman sangat tipis terlihat dibibirnya. ******
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Menikahi Sahabat Ibuku
  • Marga Alvarezka
  • Love From The Past (Tamat)
  • ARSEN (ON GOING!)
  • RUN-AWAY
  • Kesempatan Kedua Mengubah Masa Depan
  • Ellard Dark Story
  • My Bodyguard Is My Husband
  • May I Love You?
  • SINGLE FATHER NUMBER 225

!!!WARNING!!! BACALAH NOVEL INI SENDIRIAN JIKA TIDAK INGIN DI ANGGAP SEBAGAI ORANG GILA! Karena kesalahpahaman, Ana dipaksa menikah dengan seorang pria yang terpaut jauh dengan usianya. Dan siapa sangka, pria yang di nikahinya itu adalah seorang duda anak satu dan parahnya lagi dia adalah sahabat ibunya yang dulu sangat mencintai ibu Ana. Keduanya hidup bagai seekor kucing&tikus, setiap saat ada saja masalah yang diributkan. "Tolong-tolong, ada om-om cabul. Aku mau di nodai, tolong-tolong! Hmppp..." "Saya tadi ingin membopong kamu, karena kamu tidurnya ngebo! Dibangunin berulang kali tidak mempan. Seharusnya kamu seneng, ada yang perhatian sama kamu bukan malah menuduh saya pria cabul!" Sentak Aldi dengan nada membisik di telinga Ana. "Dengar yaa, om-om cabul aku sungguh tidak berharap digendong oleh dirimu. Lain kali gak usah nyari kesempatan dalam kesempitan!" Bentak Ana. "Hei, kamu itu dikasih hati malah ngelunjak minta cinta. Saya tidak minat berbuat lebih pada tubuh kecil, tepos, bodi bambu, depan belakang rata, muka pas-pasan pula. Jadi kaya apa nanti anakku kalo saya nikah dan suka sama kamu." "Heiii, huh huh.." dengan napas tersengal-sengal dan jari menunjuk wajah Aldi. "Siapa juga yang minta cinta dan kawin sama om cabul kaya kamu?! Dasar om-om tua, keriput, pelit, medit, cabul---"

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido