Luka Syeira

Luka Syeira

  • WpView
    Reads 104
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureComplete Sat, May 8, 2021
Judul awal, FORGIVE ME, SYEIRA "Mas! Aku hamil!" pekik Syeira begitu melihat suaminya muncul dari balik pintu rumah. Di tangannya terdapat tiga buah tespack yang memperlihatkan dua garis biru. Kebahagiaan jelas terpancar dari wajah cantiknya itu. Alvaro tertegun sejenak ketika mendengar ucapan Syeira. Lalu dia mengatakan sesuatu yang dapat melunturkan senyum yang terpatri di bibir wanita itu. "Cih! Dia bukan anakku, dasar jalang! Bisa saja itu anakmu bersama lelaki brengsek itu! Minggir!" Setelah mengatakan itu, Alvaro pergi meninggalkan luka yang semakin menganga. ~~~~ Aku sama dengan dia. Sama-sama seorang wanita. Bedanya, dia bisa membuatmu bahagia, sedang aku hanya menjadi beban yang membuatmu menderita. Aku tak tahu takdir seperti apa yang aku terima saat ini. Namun, seberat apapun masalah itu, sesakit apapun luka itu, akan kunikmati dengan syukur dan sabar. Karena Tuhan tak akan memberikan masalah kepada manusia selain untuk dijalani manusia itu sendiri.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 27 FEBRUARI
  • Not My Home (On going) Hiatus
  • Puing luka
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • Arfan & Syeira
  • CAPTEN BASKET MILIK SASKIA [TAMAT]
  • My Young Wife
  • ₳ ĐⱤɆ₳₥ ₮Ⱨ₳₮ ₩łⱠⱠ ₦ɆVɆⱤ ĐłɆ
  • Mama! [✔️]

* yang cengeng jangan baca! "Woi jelek..... Gue cinta sama lo" Ucap alta spontan Orang yg di panggil itu hanya diam di balik Hoodie yg ia gunakan hingga hanya terlihat bibirnya ke bawah Keliatan manis emang.... " Tapi bohong" Ucap alta selanjutnya, mengganggu gadis itu sudah menjadi kebiasaan nya selama beberapa bulan ini. Sungguh menyenangkan. ***** " Dasar anak pembawa sial, nyesel saya membesarkan kamu.... Tidak tau diuntung" " Pa salah aku apa? Kenapa papa sekasar ini sama aku" " Lo tanya salah lo apa? Eh bocah gak tau diri.... Lo itu udah pembawa sial dengan lahir ke dunia ini... Dan menghancurkan kebahagiaan keluarga kami. Dan sekarang.... Lo bahkan menghancurkan tempat terakhir mama... Orang yang udah memberikan nyawanya untuk kelahiran elo" " Maksud kakak apa, aku ngak ngerti? " " Ngak usah pura pura bego deh lo, Lo kan yang udah mengobrak abrik makam mama" " Nggak aku nggak ngelakuin itu, kakak kenapa bisa nuduh aku? " Isak nya " Karna kata satpam... Yang terakhir kali ke sana adalah kamu," " Aku ngak ngelakuin itu, kemarin makam mama baik baik aja" " Ngak usah ngeles deh kamu, sekarang kamu pergi dari rumah saya, saya udah nggak peduli lagi sama janji saya sama almarhum ayah saya. Mulai sekarang kamu saya pecat jadi putri saya" " Pa... Papa jangan, aku nggak tau harus kemana pa, aku hanya punya papa dan kakak kakak. Pa pliss" ***** Perlahan tapi pasti.... Air sungai yang deras itu dapat menghilangkan semua luka bukan? Termasuk luka yang tak berdarah sekalipun Semuanya akan baik pada waktunya, tapi waktulah yang tak baik pada semua. Kalimat baik baik saja akan berguna pada saat luka sudah tak bisa di pendam akhirnya meluap hingga darah dan air mengalir itu kering Terlihat tanpa terasa tapi berbekas. Ini kisah suka dan duka dari nasib seorang anak tanpa ibu, nasib seorang gadis tanpa kasih sayang, nasib seorang kekasih yang tersakiti , nasib seorang teman yang terhianati. Ini kisah untuk; RATU AIRI PRAMULAN

More details
WpActionLinkContent Guidelines