Querencia (update tergantung author)

Querencia (update tergantung author)

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 7, 2021
WpInfo
Fanfic
RWBY
(SQUEL OF BRAVE HEART'S) Teman, lagi-lagi teman menghancurkan segalanya? Apakah ia memang harus hidup tanpa teman. Rasa takut dan kecewa kian mengaduk-aduk perasaan Amelia. Kakinya terasa lemas tak bertenaga. Langit malam pun menyaksikan kesedihan perempuan itu. ”Kenapa.. Hiks.. Hiks....” ”Lo ngapain!” teguran berasal dari seorang cowok berhasil menyita perhatian Amelia yang sedang berdiri. Perempuan itu berada di atas rooftop gedung paling tinggi. ”Hidup lo menyedihkan?” sarkas orang itu. ”Bukan urusan lo!” Amelia menyahut tanpa menatap orang itu. ”Yaudah lanjutin,” ujarnya santai. Cowok itu beranjak dari tempatnya lalu mengantongi benda pipihnya. Amelia menatap orang itu sekilas. Kenapa semua orang kelihatan sama saja menurutnya. Acuh dan tidak peduli? Sudahlah, dirinya tak perlu memikirkan itu. Dinginnya udara malam semakin menusuk kulitnya yang tak terbalut dengan kain apapun. Kakinya terasa sulit untuk digerakkan. Jari-jarinya serasa membeku. ”Nggak jadi?” ujar cowok itu. Yang ternyata masih berada di sana. Entah dia penasaran atau memang sengaja menunggu apa yang akan dilakukan oleh perempuan itu nanti. ”Kalau gue beneran loncat—” Amelia menggantung kata-katanya. ”Kenapa?” tanyanya. ”Gue kasihan sama jodoh gue, nanti kalau gue tinggal mati, dia nggak punya pasangan!” ”Bhahhahaha....” Tawa langsung menyembur dari arah belakang. Amelia dapat memastikan kalau cowok itulah yang menertawakannya. Karena hanya dia satu-satunya yang di tempat ini. Lelaki itu mendekat ke arah Amelia. ”Ternyata lo bisa mikir begitu ya!!” Tawanya mereda. ”Kasihan jodoh lo!” lanjutnya. Tiba-tiba kilatan cahaya terang nampak membelah langit. GLADARR DEG! Amelia kaget bukan main. Ia hendak berbalik tapi kakinya kehilangan keseimbangan dan terpleset. ”Waaaaa....” Tubuhnya terasa ringan. Kini kaki itu tak perpijak lagi pada lantai gedung. Seluruhnya tubuhnya berada di udara. Akan berakhirkah ia sekarang? Amelia hanya bisa menutup matanya dengan pikirannya yang blank.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Impossible Wish
  • REUNI (Enam)
  • Xagala
  • satu hati satu nama
  • SENJA DI PUNCAK TANGKILING
  • this is me
  • Whispers Between Tears
  • AGGA

"Shit, mata gue salah. Jelas itu bukan dia! ia janji ga bakal bohong lagi! Enggak! Ini pasti cuma mirip" ucap seorang gadis bermata biru berambut panjang dengan air mata yang tak terbendung lagi. Sambil terus menyakinkan dirinya bahwa apa yang dilihatnya hanya halusinasi belaka. "You know? Terkadang bukan karena kebohongan kita membenci sesesorang, tapi karena sedih menerima kenyataan bahwa ia tak bisa lagi kita percaya" ucap seorang laki laki dengan nada dingin nya yang khas. Entah dari mana dia datang aku tidak tahu. Badanku kaku, lidah ku kelu dan kepalaku rasanya berat untuk menoleh. Dia langsung menarikku ke dalam pelukannya. Aku merasa menjadi orang yang sangat tidak berdaya sekarang. Bagaimana bisa orang itu dengan mudahnya memporak porandakan hidupku dalam satu kedipan mata? "Kemarin dia buat gue ngerasa begitu istimewa. Tapi sekarang, dia bikin gue ngerasa sama sekali gak diinginkan?" Ujar gadis bermata biru itu dengan berlinang air mata. "Gak selalu yang menurut lo itu baik adalah baik. Dan gak semua yang meurut lo itu buruk akan selalu buruk" Mendengar hal itu, gadis bermata biru itu hanya dapat menumpahkan kesedihannya dan air matanya di dada bidang pria itu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines