Menunggu Hujan

Menunggu Hujan

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 7, 2021
Alpin Sander yang selalu dihina oleh ibu dan saudaranya. Hingga suatu saat saudaranya sendiri membunuh sahabat alpin dengan tangannya sendiri. Alpin pun hanya bisa bersandar pada ayah nya dan juga sahabat2nya. Hingga suatu saat alpin mengenal anak baru yang sangat mengerti kondisinya, tetapi alpin lebih dulu berpacaran dengan kakaknya itu. Tetapi dengan keegoisan saudaranya, dia juga menginginkan pacar alpin. Apakah alpin harus bertahan dengan mama dan saudaranya? Apakah alpin juga akan merelakan pacarnya untuk saudaranya sendiri? Pilihan yang sangat rumit untuk seorang alpin. Roki yang selalu menemani alpin disaat sedih. Dia ikut bahagia karena temannya bisa berpacaran dengan kakaknya sendiri. Meskipun dia sudah menyukai alpin cukup lama, tetapi dia harus berusaha ikut senang untuk temannya. Hingga suatu saat ia sangat marah ketika kakaknya lebih mementingkan saudara alpin dari pcrnya sendiri. Apakah roki akan mengungkapkan perasaannya? atau tetap bertahan sebagai teman baik alpin?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Stres In Life
  • ARKALYA (END)
  • Paradise
  • Sejenak Luka
  • KHALILA AND OTHERS
  • Breathe
  • SALAH RASA (TAMAT)
  • Aku dan Luka [Sudah Terbit]
  • TREPIDATION
  • WHY NOT ME?

Kita sebatas mengejar bahagia dengan cara sama-sama terluka. ( Warning ⚠ violence, profanity, gay and sexuality 18+) --- "Lama-lama, saya bunuh kamu!" "Arrgghhh." --- "Kalau gue cemburu, namanya gue sayang. Lo mau gue sayang?" --- "Lo mau kemana? Biar gue anter pulang, bahaya banget lo jalan kayak orang nggak punya tujuan." "Tujuan gue mati!" --- "Gue capek, Lan. Semesta sejahat ini sama gue. Semenyakitkan ini gue hidup." "Gue-di lahirkan hanya untuk menikmati luka." --- "Tania, lo itu cewek menjijikan!" --- "Ma ... Terima kasih sudah membuat Tania sehancur sekarang." --- "Tania ... Gue sayang sama lo, perasaan gue nggak akan pernah bisa hilang." "Kita hanya sebatas teman dan gak boleh ada ikatan." "Karena hati lo ada di orang lain. Ini cukup menyakitkan dan gue nggak bisa memaksa keinginan." --- "Jujur, Ka. Gue cemburu." "Ngapain cemburu?" "Gila lo ya. Gue punya hati, lo gak mikir?" "Tapi kita cuma temen." "Lo pikir, semua berawal dari sodara terus jadi pacar? Mikir tolol! Semua berawal dari temen!" "Jangan berlebihan." "Lo, pilih gue atau dia?" "Jelas kamu. Tapi aku nggak bisa jauhin dia. Terlalu sulit." "Setan lo!" --- "Tugas aku belum selesai, bahkan masih panjang. Aku mau liat kamu terus bahagia, nyatanya gak bisa." "Bisa! Kita bahagia sama-sama ya?" --- -Kesalahan terbesarmu, adalah meninggalkanku- Note : (Saya tidak bertanggung jawab jika terjadi kebengkakkan akibat air mata.)

More details
WpActionLinkContent Guidelines