Story cover for ANGGARA by Reyca1909
ANGGARA
  • WpView
    Reads 1,522
  • WpVote
    Votes 834
  • WpPart
    Parts 30
  • WpView
    Reads 1,522
  • WpVote
    Votes 834
  • WpPart
    Parts 30
Ongoing, First published May 07, 2021
Anggara Putra Bhakti, siswa baru di SMA DERLANGGA. Duduk sebangku dengan gadis bernama Salsa Andara, si gadis pecinta novel. Pertemuan keduanya diawali saat mereka sama-sama dihukum karena terlambat. Pada pertemuan pertama itu Salsa memang tidak peduli dengan sosok siswa baru ini, tapi takdir berkata lain. Mereka justru dipertemukan di kelas yang sama bahkan duduk satu bangku. Sejak hari pertama pria itu masuk ke kelasnya dan duduk disampingnya, Salsa sudah menebak bahwa kehidupannya di sekolah tidak akan baik-baik saja.


Lalu bagaimana selanjutnya? Bisakah mereka berdamai kemudian memulai suatu hubungan yang baru?
All Rights Reserved
Sign up to add ANGGARA to your library and receive updates
or
#324peka
Content Guidelines
You may also like
Don't Talk About Money by catheryn99
55 parts Complete
Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"
NAYVAN [END] by Diiyyyaan
63 parts Complete
Berawal dari pertemuan yang tidak terduga di sebuah tempat umum dan kecelakaan kecil. Ini sebuah kisah kedua remaja di masa putih abu-abunya. kisah ini bukan menceritakan soal percintaan saja, ada sedikit cerita arti persahabatan, kebersamaan, dan juga solidaritas. Devan Atalas Mahendra. Nayya Aesya Zaverra. Mereka berdua di pertemukan di sebuah tempat umum hingga tak menyangka ternyata satu sekolah bahkan mereka satu kelas. Seiring berjalannya waktu mereka berdua semakin dekat dan akrab. hingga pada akhirnya, tak sadar mereka berdua mempunyai perasaan yang sama di dalam hatinya. Sayangnya, salah satu dari mereka berdua tak ada yang berani menyatakan rasa yang sebenarnya. Entah mengapa Nayya merasa berbeda saat bersama dengan Devan, murid baru pindahan dari SMA Pancasila. Devan, pun merasakan juga semenjak ia mengenal dengan gadis itu rasanya nyaman ketika bersamanya. "Lo, suka sama gue?" Devan menggeleng singkat. "Suatu saat lo, pasti akan tahu jawabannya." Akankah mereka berdua bakal bersatu? Atau-- dari salah satu mereka berdua ada yang memilih mundur memperjuangkan cintanya dan mengubur harapannya dengan dalam? _________________________________________ Jika kalian menemukan alur dan nama tokoh yang sama di cerita lain itu adalah unsur yang tidak di sengaja. HIGH RANK: #10coolboy (6/7/24) #5iceboy (25/5/24) #1Devan (25/3/24) #1cintapandangpertama (19/08/21) #21cogan (3/10/21) #2cintaanaksma (26/10/21) #7iceboy (18/12/21) #1highschool (19/12/21) #1themostwanted (22/1/22) #1remajasma (27/1/22) #1putihabuabu (4/9/22)
You may also like
Slide 1 of 10
Awas Jatuh Cinta cover
Cerita Kita cover
Love Or Hate(End) cover
Don't Talk About Money cover
PANDANG PERTAMA cover
Kisahku [TAMAT] cover
Love & Enemy cover
Asmara Anak SMA cover
NAYVAN [END] cover
ALLE | PERJODOHAN SMA (END)✔️ cover

Awas Jatuh Cinta

33 parts Ongoing

"Lo lupa, Vyora? Dulu pas kecil lo main nikah-nikahan sama gue. Inget kita belum cerei." "Hah?! YANG BENER AJA, ZAVIO?!" *** Bagi Vyora, jatuh cinta adalah risiko paling berbahaya. Sekali terluka sudah cukup dan dia tak berniat mengulang kesalahan yang sama. Karena itu, Vyora kira masuk ke SMA Kartanama Bangsa, sekolah favorit dengan murid-muridnya yang pintar, adalah pilihan aman. Nyatanya, itu awal dari kekacauan. Di sana ada Zavio. Cowok menyebalkan yang entah kenapa selalu mengusik hidupnya, seolah Vyora adalah musuh lamanya. Belum sempat bernapas, Vyora malah terseret urusan Olpres Karsa---kelompok siswa berprestasi berkedok ekstrakurikuler kebanggaan sekolah---yang diam-diam terlibat persaingan antar sekolah. Semakin dalam Vyora menggali kebenaran, semakin jelas satu fakta mengerikan---semua kekacauan ini berakar padanya. Di tengah tekanan dan rahasia yang saling bertabrakan, Vyora mulai menyadari bahwa perasaan bukan sesuatu yang bisa dia kendalikan sepenuhnya. Katanya benci dan cinta itu bedanya cuma sedikit, setipis kulit bawang. Kalau terlalu cinta bisa jadi benci. Juga sebaliknya, kalau terlalu benci bisa berubah jadi cinta. Jadi, sebelum perasaan itu tumbuh terlalu jauh... awas jatuh cinta, ya!