Story cover for IMAMKU by nillasafitri06
IMAMKU
  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published May 08, 2021
Nama yang disematkan di dalam dirimu menjadi sesuatu yang sangat bersejarah di dalam hidupku. Aku beruntung bisa menjadi seseorang yang akan di bimbing oleh mu menuju jannah, iya, sesuai namamu, Imam. 

Tak semua orang yang memanggil nama mu akan menjadi makmum mu. Tapi, aku bisa menjadi makmum mu dengan panggilan nama mu.

Kehadiran mu membuat aku teringat kembali kenangan kita di waktu SMP dulu. Apa mungkin memang kita ditakdirkan untuk berjodoh? bisa jadi.
~nabila~



mau yang lebih seru? tambahin ke perpustakaan kalian yaa.

selamat datang di "IMAMKU", selamat baper, selamat menghalu, selamat bertemu dengan Nabila dan Imam, dan selamat menyaksikan ceritanya dari awal sampai akhir ya!.

[budayakan follow sebelum membaca]

cerita ini murni hasil dari pikiran ku ya, mohon maaf apabila ada kesamaan nama tokoh, tempat, alur cerita, dll.

ig: @nillaee._

start from [10/5/21].
All Rights Reserved
Sign up to add IMAMKU to your library and receive updates
or
#72nabila
Content Guidelines
You may also like
Kawin Kontrak? [COMPLETED] by bilqiss_
23 parts Complete
[COMPLETED] "Jadi lelaki itu yang akan dijodohkan ibu denganku? Tega sekali, Ibu," gerutuku. Aku semakin membulatkan tekadku untuk menolak ini. Tanpa kusadari, ibu melihat ke arah jendela kamarku dan melihatku kesal. Beberapa saat kemudian, terdengar suara pintu kamar diketuk. "Baby, buka pintu!" Pintanya tegas. Aku pun membukakan pintu. Lalu menelungkupkan badanku di atas kasur. Ibuku menarik kursi belajarku mendekat ke arahku dan memandangiku, lalu berkata pelan padaku. "Kau tahu sendiri kan kebiasaan di sini? Kau juga tahu asal usulmu? Kau paham betul, bagaimana ibumu ini bertahan? Semua karena ibumu ini sepakat dengan norma di sini. Mana mungkin kita bisa hidup cukup seperti ini kalau tidak mengikuti itu semua. Baby, kau tahu itu semua. Harusnya kaupun seperti ibumu ini, ikut arus itu." Melihatku tidak memandangnya, ibu terus mengatakan hal-hal yang sebenarnya kami berdua sama sama tahu. "Ibu menikah dengan bapakmu ketika seusiamu. Dengan itu, ibu bisa memiliki rumah ini dan seperangkat alat jahit. Ibu mampu membesarkanmu, menyekolahkanmu, memenuhi segala keinginanmu, dan tidak pernah menyusahkan orang lain. Kau memang tidak pernah bertemu bapakmu, tapi ibumu ini sudah bercerita tentangnya." "Kita hidup tanpa kekurangan. Bahkan bisa membantu sesama. Kita pun hidup bahagia. Mereka yang juga melakukan ini pun juga sama." "Menikah bukan sesuatu yang salah, Baby." Ibuku mengakhirinya dengan kalimat itu, lalu berdiri hendak keluar kamarku. "Tapi menjanda di usia muda bukan keinginanku, Bu." Balasku sebelum ibu keluar kamar. Ibuku berhenti sejenak, kemudian keluar dari kamarku. Happy reading~ Jangan lupa untuk: √ Vote √ Coment √ Kritik dan Saran Hargai author dengan vote, terimakasi💞
You may also like
Slide 1 of 9
Kawin Kontrak? [COMPLETED] cover
ThanUra 2 [SELESAI] ✔ cover
Karena Kamu Adalah Alasannya cover
LOVE in SILENCE  cover
What Makes You Beautiful [SELESAI] ✔️ cover
Amanah & Cinta 💓 (END) cover
KISAH KITA DI SEKOLAH cover
Assalamualaikum My Future Imam [ SUDAH TERBIT] cover
New student cover

Kawin Kontrak? [COMPLETED]

23 parts Complete

[COMPLETED] "Jadi lelaki itu yang akan dijodohkan ibu denganku? Tega sekali, Ibu," gerutuku. Aku semakin membulatkan tekadku untuk menolak ini. Tanpa kusadari, ibu melihat ke arah jendela kamarku dan melihatku kesal. Beberapa saat kemudian, terdengar suara pintu kamar diketuk. "Baby, buka pintu!" Pintanya tegas. Aku pun membukakan pintu. Lalu menelungkupkan badanku di atas kasur. Ibuku menarik kursi belajarku mendekat ke arahku dan memandangiku, lalu berkata pelan padaku. "Kau tahu sendiri kan kebiasaan di sini? Kau juga tahu asal usulmu? Kau paham betul, bagaimana ibumu ini bertahan? Semua karena ibumu ini sepakat dengan norma di sini. Mana mungkin kita bisa hidup cukup seperti ini kalau tidak mengikuti itu semua. Baby, kau tahu itu semua. Harusnya kaupun seperti ibumu ini, ikut arus itu." Melihatku tidak memandangnya, ibu terus mengatakan hal-hal yang sebenarnya kami berdua sama sama tahu. "Ibu menikah dengan bapakmu ketika seusiamu. Dengan itu, ibu bisa memiliki rumah ini dan seperangkat alat jahit. Ibu mampu membesarkanmu, menyekolahkanmu, memenuhi segala keinginanmu, dan tidak pernah menyusahkan orang lain. Kau memang tidak pernah bertemu bapakmu, tapi ibumu ini sudah bercerita tentangnya." "Kita hidup tanpa kekurangan. Bahkan bisa membantu sesama. Kita pun hidup bahagia. Mereka yang juga melakukan ini pun juga sama." "Menikah bukan sesuatu yang salah, Baby." Ibuku mengakhirinya dengan kalimat itu, lalu berdiri hendak keluar kamarku. "Tapi menjanda di usia muda bukan keinginanku, Bu." Balasku sebelum ibu keluar kamar. Ibuku berhenti sejenak, kemudian keluar dari kamarku. Happy reading~ Jangan lupa untuk: √ Vote √ Coment √ Kritik dan Saran Hargai author dengan vote, terimakasi💞