We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Dunia Punya Banyak Warna

Dunia Punya Banyak Warna

  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 22, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
"Disaat gue harus melangkah, tapi ada luka yang menahan untuk tetap tinggal. Dia dunia gue. Disaat gue pergi, semua jadi hitam. Tapi tenang aja, ada baju hitam, masker, dan kesepian yang akan ngelindungin gue. Gue akan tetap di sini dan menunggu lo." - ucap Nana di bawah langit senja. "Dunia punya banyak warna Na, cari dan kejar warna lain. Jangan hanya berharap pada warna hitam. Menyakitkan."
All Rights Reserved
#697
kisahsma
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • You're The Rain I (the injuries sustained) [HIATUS]
  • SELANG (Senja dan Langit) [TAMAT]
  • Seumpama Senja "Jangan Menyimpan Rasa Jika Tak Kuasa Menahan Rindunya"
  • Galaksi✓
  • Dalam Mercusuar [END]
  • LUKA BERAKHIR DUKA
  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (END)
  • Angkasa (Forget Me Not)
  • HANDSOME GHOST [FRIEND ZONE]
  • Masa Remaja si Penikmat Senja

|Nyatanya saya sendiri yang berjuang dan endingnya adalah kamu pergi setelah yang saya perjuangan. Jika memang begitu let's see karma, dude.| -Rianna Louis Gabriella "gue bingung na, saat lo mutusin buat pergi dari hidup gue rasanya semua gelap. Gak ada yang harus gue perjuangin buat hidup." Lirih devanno. "lo hidup bukan buat gue aja no, lo bisa buka mata lo lebar lebar and see? Di sekitar lo ada orang orang yang jauh lebih sayang dan harusnya itu bisa jadi alasan lo buat bertahan dan bangkit". Ucap Anna. Devanno menggelengkan kepalnya cepat, Anna tidak mengerti apa yang devanno inginkan. Anna tidak pernah tahu sulitnya melewati hidup tanpanya. Seketika Devanno menggenggam tangan Anna dengan erat. "gue bakal bikin lo jatuh kepelukan gue lagi na, gue gak bakal biarin lo sama yang lain, lo bisa hitung waktu dari sekarang" ucap Devanno dengan serius. Anna hanya terdiam meresapi kalimat demi kalimat yang di ucapkan Devanno. Hingga Anna sadari Devanno sudah hilang dari hadapannya. "Lo gak bisa seenaknya no, gue udah gak mau". Ucap Anna mantap dan tegas. Anna menatap vanno dengan tatapan tajam dan serius. Setelahnya Anna pergi ditemani airmata yang terus mengalir dari pelupuk matanya. [Jika yang kamu mau aku dapat karma, aku bisa apa? Let's See, Honey. Semoga tuhan tidak berpihak padamu]- Devanno Guetta

More details
WpActionLinkContent Guidelines