AESTHESIS

AESTHESIS

  • WpView
    Reads 36
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 16, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Aceline Flouwsera - Acaa bagi sahabat-sahabatnya - pernah mencintai seseorang dengan cara yang dunia tak ajarkan, bukan sekadar memiliki, tapi merasakan. Kehadirannya seperti musim semi pertama yang hangat dan penuh janji. Lalu datang musim dingin yang panjang saat cinta itu mengkhianatinya. Di tengah beku itu, hadir Ramlric Deliquent , lembut, sabar, dan penuh cahaya. Kehangatannya mengembalikan kehidupan dalam hati Acaa yang nyaris membeku. Namun kehangatan itu hanya sementara; penyakit merenggutnya, dan musim dingin kembali menyeruak. Dari kesunyian itu, tubuh Acaa mulai bicara, nyeri yang menusuk, lelah yang tak pernah hilang, dan akhirnya sebuah kata yang mengubah segalanya - autoimun. Kini, ia berjalan di antara musim yang silih berganti, mencari cara untuk hidup meski musim dingin tak pernah benar-benar pergi.
All Rights Reserved
#154
sakit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • Tsundere Maniak Susu
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • I'm Not Just a Figuran
  • GRAVARENZO
  • Transmigrasi Ziora
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • GHAIKA (REVISI)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines