Story cover for Reaksi Hati  by IztaLorie
Reaksi Hati
  • WpView
    Reads 185
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 13
  • WpView
    Reads 185
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 13
Ongoing, First published May 08, 2021
Kegiatan menghindari Elang sudah tidak lagi bisa dilakukan oleh Elok karena kali ini, mau tidak mau dia harus ber-partner dengan cowok dingin yang dulu pernah dekat dengannya. Itu semua karena rasa bersalah yang terus menjerat Elok.

Rasa tidak nyaman terus berlanjut dalam setiap kegiatan praktik. Ini karena sikap bermusuhan yang selalu ditunjukkan oleh Elang. 

Sikap aneh dari Elang itulah yang akhirnya memicu Rindu dan Hera untuk menyelidiki penyebabnya. Mereka mencoba bereksperimen untuk melihat reaksi hati dari Elok dan juga Elang. Akankah mereka menemukan suatu reaksi yang menarik?
All Rights Reserved
Sign up to add Reaksi Hati to your library and receive updates
or
#30bencicinta
Content Guidelines
You may also like
Red Velvet & Sunrise by AzimaNJH
4 parts Complete
Menceritakan tentang dua sahabat, yaitu Liza dan Rendi yang memiliki perasaan yang sama. Setiap hari dilalui dengan indah. Penuh tawa, susah dan senang bersama seperti dua orang yang sedang jatuh cinta. Namun, Rendi tak kunjung menyatakan cintanya pada Liza. Dijalani tanpa adanya status yang jelas. Namun, Liza menjalani hubungan tersebut dengan penuh cinta dan ketulusan. Hal yang membuat Rendi tak kunjung menyatakan cintanya pada Liza adalah pengalaman buruk dengan masa lalunya yang membuat Rendi tak ingin menjalin hubungan dengan perempuan lain lagi karena takut kejadian itu akan terulang. Dari waktu ke waktu, Liza dan Rendi menjalin hubungan itu seperti orang yang berpacaran. Suatu ketika, orang dari masa lalunya memberi kabar pada Liza bahwa Rendi masih saja mengganggu dia. Liza merasa kesal pada Rendi, namun Liza tidak berhak marah pada Rendi karena Liza dan Rendi tidak berpacaran. Kesalahan itu terus diulang oleh Rendi, yang membuktikan bahwa Rendi belum sepenuhnya move on pada masa lalunya. Setiap ada masalah tersebut, Liza merasa capek karena harus terlibat dalam masalah masa lalu Rendi dan ingin pergi menjauh dari kehidupan Rendi. Namun saat menjelang akhir kelulusan sekolah, Rendi tiba - tiba memutuskan hubungan komunikasi begitu saja dengan Liza tanpa alasan. Hal itu membuat Liza bingung dan setiap kali berpapasan, Rendi hanya melihat saja tanpa menyapa Liza. Hal itu membuat Liza menjadi kebingungan tersendiri selama 2 tahun. Liza harus menunggu dan mencari tahu apa alasan Rendi bersikap seperti itu pada Liza. Akankah Rendi atau Liza yang akan memulai untuk komunikasi kembali ?
You may also like
Slide 1 of 10
GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT) cover
Crazy Marriage cover
Red Velvet & Sunrise cover
my story cover
Sengaja cover
Blessing in Disguise cover
Nadi√ cover
I'm Sorry (END) cover
Akhir Pertama [Segera Terbit Open PO] cover
First Love cover

GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)

24 parts Complete

"Iya sih, enggak penting juga. Enggak ada hubungan juga sama gue, cukup tahu aja," Mince mengambil tisu lalu mengusap air mata dan terkekeh. Ia hanyalah sebagian keryawan kecil di sini. "Udah jangan sedih lagi, nanti nyokap lo tambah sedih liat lo kayak gini," "Iya sih," "Makan yuk, udah jam 12 nih, gue laper," Dina menenangkan Mince. Mince menarik nafas menatap form form yang ada di atas meja, "Tapi kerjaan gue banyak," "Udahlah dikerjain nanti aja, lo harus makan dulu biar kuat," "Kuat ngapain?," "Kuat bercinta," timpal Dina. "Itu sih lo, bukan gue," Seketika Dina tertawa ia melirik Mince berdiri di sampingnya, "Bercinta itu asyik tau," "Ya asyiklah, kalau enggak asyik orang enggak mungkin bela-belain bulan madu sampai ke ujung dunia demi buat anak banyak-banyak," ucap Mince asal, melangkah keluar dari office. "Emang lo pernah ngerasain?," "Enggak," "Nanti kalau udah punya pacar dicoba aja," "Ogah," "Enak tau," "Ih apaan sih lo," "Gue pernah coba sama pacar gue, rasanya enak," "Ih ...," "Makanya cari cowok, biar bisa enak-enak," "Ih Dina !, lo apa-apaan sih cerita ginian," "Biar lo tau lah," "Asemmm," Tawa Dina kembali pecah, mereka berjalan menuju EDR. Ia senang melihat Mince kembali tertawa. Ia tahu bahwa wanita cantik ini begitu menyayangi ibunya lebih dari apapun. Sehingga rela menjual barang berharga miliknya demi pengobatan sang bunda. Ia sengaja berbicara seperti ini demi melihat tawa Mince.