Go, But Don't Disappear!!! - SESE

Go, But Don't Disappear!!! - SESE

  • WpView
    Membaca 759
  • WpVote
    Vote 118
  • WpPart
    Bab 5
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Jul 22, 2021
WpInfo
Fiksi Penggemar
Twice
Sean Julian Namanya, panggil saja dia Sean, cowok dingin dengan mulut pedas, dia cowok yang irit bicara, sekalinya bicara hanya akan mengeluarkan kata kata yang menusuk hati, sebut saja dia ice prince, cowok dingin dengan tampangnya yang rupawan. Dan perkenalkan aku Seira Lamia, panggil saja aku Sela, cewek kutu buku yang dengan bodohnya menyukai sang ice prince selama hampir 4 tahun. Kalu suka silahkan mampir, kalau tidak suka gampang "go away" Ini cerita pertama aku jadi kalok gaje/gk bagus maaf
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#7
sejeongsehun
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Misi Kalisa (End)
  • Early Hate To Be Love
  • RAKAN
  •  CLARLEX
  • Mencintai Si Kutu Buku ( On Going )
  • Love In Mahawira
  • Beetle Knight and Princess
  • The Mistake of My Life
  • Dingin D.O KYUNGSOO // [END] Series 1

"Ngapain lo!" Suara seseorang menyadarkanku, membuatku berbalik lalu menatapnya intens. Cowok belagu lagi. "Menurut lo, gue ngapain disini?" Ucapku setelah satu detik mencoba setenang mungkin. Dia menatap langit langit perpustakaan. Lalu menatapku kembali. "Lo ngadem kan," ucapnya dingin. Dia bukan bertanya, lebih tepatnya nuduh. "Sotoy banget lo!" Ucapku ketus tapi masih kategori pelan. "Aneh aja. Cewek kaya lo meluangkan waktu di perpus, apalagi sekarang nyari buku di rak matematika," ucapnya datar. "Emang kenapa?" Sahutku mulai kebawa emosi. Dia tersenyum miring. "Nggak pantes!" Ucapnya sambil mengeja. Lalu meninggalkanku dengan tersenyum devil. "Kenzo," panggilku berhasil membuatnya menoleh. Risih banget pertama kali manggil namanya. "Keren doang ya muka lo, tapi mulut lo busuk!" Mampus lo! Sakit hati sakit hati lo. Bodo amat dah. "Jadi gue keren?" "What?" Aku shock mendengarnya. "Thanks ya," ucapnya tersenyum sekilas sebelum benar benar meninggalkanku.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan