Memories

Memories

  • WpView
    Dibaca 24
  • WpVote
    Vote 2
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Mei 16, 2021
WpInfo
Non-fiksi
"Ran, kalau nanti kankernya yang menang, jangan lupain gue ya! Oh ya, sama jangan pernah lupain satu hal, kalau kankernya yang menang, ingat, gue selalu jagain lo kok. Meskipun lo nggak bisa liat gue. Tapi gue bisa selalu lindungin lo." - Arsha. "Hush! Kalau ngomong tuh jangan yang bikin negative thinking! Nggak pernah kebayang tuh kalau lo suatu saat nanti ninggalin gue. Yang pernah kebayang itu, gue sama lo pergi bertemu Tuhan secara bersamaan." - Ran. • • • • • "Rasanya baru kemarin kita bercanda bersama, dan sekarang kamu telah pergi meninggalkanku yang kini sendiri. Selamat menutup lembaran kisahmu, seseorang dengan tatapan teduh bagai rembulan, senyum indah bagai sunset dipantai, juga pelukan hangat bagai mentari pagi yang kini akan selalu kurindukan." - Happy Reading -
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#37
hyunjae
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Senyawa Abu-abu { F I N I S H }
  • dimana janji tersebut
  • Hati Ini Juga Milikmu
  • ||Perjodohan||✓
  • JAM 3 SORE
  • Arshaka Heizen Lergan
  • ALDIR (SEGERA TERBIT)
  • I AM YOU || Han Jisung ✔
  • [ √  ] AMERTA ¦ Ft Huang Renjun

kisah kami murid 12 ipa 1, bukan kelas elite atau apalah, cuma sebatas anak yang mengalami masa terindah sebelum kejenjang yang lebih, jangan lupakan keseruan dengan teman satu kelas, banyak masa yang dapat jadi kenangan yang akan jadi cerita dimasa berikutnya. " oi ra jadi nanti malam mangkal?" jika kalian pikir negative buang aja deh. Itu jauh dari ekspetasi kami emang bercanda kayak gitu tapi kami gak melakukannya "Woi jadilah.... Masa gak jadi udah gak sabarnih... napa mau ikut nih?" "Ngak Cuma mau nawarin vero sama marito mau ikut mereka lagi butuh duit" canda nani "Iya nih ra dari pada jual ginjal aku yang rugi, kalau ngepet bahaya tapi kalau ikut kau aman" sambung marito cekikikan "Boleh lah ra tapi aku kecil loh emang ada yang mau?" canda vero "Wiss pastilah... apalagi yang kecil-kecil lebih wow" canda Ara "Apa nih yang kecil-kecil" sambar indah dengan muka menahan ketawa "Issh anak kecil gak boleh tau" sambar Ara "Itu si suryanti masih mangkal" gurau tince jangan lupakan denga ketawa nya yang sudah lepas ''''' "Kan dah pernah Miss Cerita waktu tuh kalau mau dapat contekan harus pandai-pandai lah" gurau miss yang pengalaman "Lupa Miss Apalagi ada yang mendadak tuli" sindir Abel "Kalau kalian mau berhasil nyoteknya perhatikan siapa yang ngawas kan udah ditempel dimading jadwalnya trus perhatikan gerek-gerik guru yang ngawas

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan