Story cover for Memories by mi2am4
Memories
  • WpView
    Reads 24
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 24
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published May 09, 2021
"Ran, kalau nanti kankernya yang menang, jangan lupain gue ya! Oh ya, sama jangan pernah lupain satu hal, kalau kankernya yang menang, ingat, gue selalu jagain lo kok. Meskipun lo nggak bisa liat gue. Tapi gue bisa selalu lindungin lo." - Arsha.

"Hush! Kalau ngomong tuh jangan yang bikin negative thinking! Nggak pernah kebayang tuh kalau lo suatu saat nanti ninggalin gue. Yang pernah kebayang itu, gue sama lo pergi bertemu Tuhan secara bersamaan." - Ran.
•
•
•
•
•
"Rasanya baru kemarin kita bercanda bersama, dan sekarang kamu telah pergi meninggalkanku yang kini sendiri. Selamat menutup lembaran kisahmu, seseorang dengan tatapan teduh bagai rembulan, senyum indah bagai sunset dipantai, juga pelukan hangat bagai mentari pagi yang kini akan selalu kurindukan." 

- Happy Reading -
All Rights Reserved
Sign up to add Memories to your library and receive updates
or
#524hyunjae
Content Guidelines
You may also like
JAM 3 SORE by KOKOTA_
54 parts Ongoing
JANGAN LUPA FOLLOW DAN VOTE SETELAH MEMBACA‼️ 🌥️🌥️🌥️ Jam tiga sore. Hujan turun pelan-pelan. Langit kelabu, suara kelas yang riuh, dan satu orang yang selalu duduk di belakangnya. Berisik, nyeleneh, dan nyebelin. Tapi entah kenapa Naya tak pernah terganggu sedikit pun. Naya tidak tahu kapan tepatnya Aksa mulai masuk ke pikirannya. Mungkin sejak kertas origami berbentuk kodok itu muncul atau tulisan miring Aksa yang berkata "Ini nggak bisa menggonggong, tapi bisa lompat ke hatimu." Awalnya dia mengira Aksa hanya cowok absurd yang suka gambar bebek pakai helm di dinding toilet sekolah. Tapi lama-lama... langkah kakinya jadi yang paling ia kenali. Diam-diam jadi yang paling ia tunggu. Mereka bukan kisah cinta yang gegap gempita. Tidak ada janji manis. Tidak ada gombal yang bikin meleleh, hanya obrolan aneh yang bisa membuat rindu terus bertahan. Membuat perasaan tumbuh seperti hujan-pelan, tapi pasti meresap. Kisah mereka cuma tentang momen-momen kecil yang ternyata besar. Tentang sosok yang nggak sempurna, tapi justru bikin dunia seseorang terasa lebih hidup. Tentang pertemuan yang tak disengaja, kenangan yang tak bisa hilang, dan jarak yang kadang hadir bukan karena ruang, tapi karena waktu dan keberanian yang tertunda. *********** Selamat menelusuri jejak rasa yang tak pernah benar-benar pergi. Selamat membaca-semoga kamu temukan dirimu di sela-sela kisah ini. Jangan lupa tinggalkan jejakmu-vote, komen, dan bagikan kisah ini agar rindu tak hanya menjadi milik kita ❤️ NOTE : DILARANG PLAGIAT‼️
You may also like
Slide 1 of 9
ALDIR cover
My Brother[Sequel Mianhae My Brother] cover
Hati Ini Juga Milikmu cover
Senyawa Abu-abu { F I N I S H } cover
Arshaka Heizen Lergan  cover
"FAKE LOVE" [[YOONMIN]]✔ cover
Rumah Tanpa Pintu [ON GOING] cover
RUN || ROCKY ✔ cover
JAM 3 SORE cover

ALDIR

8 parts Ongoing

Denting luka dan riuh kehilangan berbaur jadi satu. Pecahan-pecahan perasaan berserakan di lantai jiwa kita. Rahasia yang terlalu lama disembunyikan kini berubah menjadi beban yang tak tertanggungkan. Kita mulai kehilangan-satu per satu. Kejujuran ternyata bukan hanya soal berkata benar, tapi soal keberanian untuk menanggung luka setelahnya. Kita takut berbagi sakit, takut menumpahkan amarah, takut mengakui betapa bersalahnya kita. Dan ketika semuanya pecah, hanya diam yang tersisa. --- "Dirta, jaga mereka baik-baik, ya? Aku pergi duluan. Aku sayang kamu..." - Aletha "DEVAN, AKU CINTA KAMU!! DI KEHIDUPAN MANAPUN, CINTA AKU TETAP MILIKMU!! JAGA MEREKA, JANGAN BIARKAN MEREKA HANCUR!" - Yeri "Kamu tega, Le... kamu tega ninggalin aku sendirian dengan semua ini..." - Dirta "GUE GAK BUTUH MATA INI!! GUE GAK BUTUH, NGERTI GAK?!! APA GUNANYA MELIHAT KALAU YANG PALING PENTING HILANG?!" - Devan "Aku gak bisa hidup tanpa kamu, Ti..." - Jean "Aku selalu datang terlambat untuk kamu... ternyata benar, aku cuma kenangan yang tak pernah cukup cepat." - Arhan "Bahagialah, Je... seperti aku yang sedang belajar untuk itu." - Tifany "Aku lelah menunggu. Aku juga pantas diperjuangkan, Naela bukan bayangan." - Naela