The Dreamblack

The Dreamblack

  • WpView
    Reads 387
  • WpVote
    Votes 221
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 9, 2023
Semua bermula saat aku terus-menerus bermimpi disebuah tempat masa laluku yang membuat ku trauma setengah mati, aku tidak tahu, siapa yang setiap harinya mengirimiku mimpi yang sama, aku benci itu, setelah bertahun-tahun aku lega karna telah terbebas dari tempat mengerikan itu, aku harus kembali terjerat lagi dijurang mematikan yang sama. Demi memecahkan teka-teki dan maksud dari mimpi burukku, aku harus kembali ke tragedi masa lalu sialan yang nyaris membuatku Mati, sebuah dimensi BERNAMA DREAMBLACK. Reon, satu-satunya manusia tidak waras yang mempercayai ku, dan satu-satunya sahabatku yang juga pernah mengalami tragedi buruk yang sama denganku di Dimensi DREAMBLACK. Namun ternyata, untuk menuju DREAMBLACK tidaklah mudah. Banyak rintangan dan halangan yang harus aku hadapi. Akankah aku berhasil menguak misteri dan berhasil menuju dimensi Dreamblack? Mari ikut berpetualang bersamaku dan Reon, pergi menjelajah menuju dimensi mengerikan bernama "Dreamblack".
All Rights Reserved
#610
paranormal
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tumbal Mata
  • The Seekers of The Lost Hope | END
  • TERUNGKAP ATAU TERPERANGKAP  (END)
  • Crazy Life: Another World [END]
  • BAM || Betapa Aku Mencintaimu (End)
  • Dungeon : Beginning
  • Misteri KKN Di Desa Penari
  • Alexa [New Version]

Aku selamat dari kecelakaan itu-atau setidaknya, begitulah yang kupikirkan. Bertahan hidup ternyata bukan akhir dari penderitaan, melainkan pintu menuju sesuatu yang jauh lebih mengerikan. Tersesat di hutan lebat yang seolah tak memiliki ujung, aku segera menyadari bahwa ancaman terbesar bukanlah binatang buas. Di tengah kegelapan, berdirilah sebuah desa terpencil bernama Soca, dihuni oleh penduduk dengan tatapan kosong dan perilaku yang membuat darahku membeku. Mereka menderita penyakit aneh: penglihatan mereka telah hilang, bukan secara fisik, tetapi seolah direnggut oleh sesuatu yang lebih dalam. Penduduk Soca hidup dalam pencarian obsesif terhadap apa yang mereka sebut sebagai "Cahaya." Sebuah keyakinan bahwa hanya dengan menemukan Cahaya itu, mereka dapat kembali "melihat"-mengakhiri kegelapan yang menyelimuti tubuh dan pikiran mereka. Pencarian itu tak mengenal batas moral, tak mengenal rasa kasihan. Ketika mereka akhirnya bertemu dengan kami-para penumpang yang selamat dari kecelakaan-segalanya berubah menjadi mimpi buruk. Dua keinginan bertabrakan: penduduk desa yang terjerat penderitaan ingin merebut kembali Cahaya mereka, sementara kami hanya ingin pulang. Kembali ke keluarga. Bukan menjadi bagian dari ritual gelap desa Soca. Di antara hutan, trauma, dan tatapan mereka yang tak bisa melihat namun selalu tahu ke mana harus memandang, satu pertanyaan terus menghantuiku: Siapa sebenarnya yang tersesat-kami, atau mereka?

More details
WpActionLinkContent Guidelines