Semesta Yang Ingkar

Semesta Yang Ingkar

  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 12, 2021
Setiap orang pasti punya cerita masing-masing. Begitupun dengan nilai yang dipegang teguh oleh setiap orang. Begitulah kira-kira cerita tiga anak laki-laki yang memilih untuk tidak melanjutkan pendidikannya ke jenjang selanjutnya. Tapi semua tekad itu musnah saat sebuah perasaan yang begitu rumit ia rumuskan mengambil alih kemudi dalam dirinya. Dihadapan perasaan Lelaki itu bukan siapa-siapa... "Dihadapkan dengan sebuah kata kehilangan pada apa yang belum pernah benar-benar dimiliki" Lantas bagaimana kisah Bara, Roy, dan Randi? #semoga bermanfaat dan menuai respon yang baik dari pembaca.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senja Terakhir Semesta✔️
  • semua punya luka
  • Look at Me, MAMA! ✔
  • Paradise
  • Aluka (Proses Penerbitan)
  • Permainan Takdir [TAMAT]
  • Yang Tak Terucap...
  • Menyimpan Rasa (END)

Semesta Arya Pratama selalu merasa hidupnya seperti langit mendung-kelabu, sesak, dan tidak pernah benar-benar terang. Sebagai anak kedua dalam keluarga yang lebih sering menuntut daripada memahami, ia tumbuh dengan luka yang tak terlihat, terbiasa menyimpan semuanya sendiri. Ia bukan anak yang gagal, tapi juga tak pernah dianggap cukup. Hingga di suatu hari, di sudut perpustakaan yang sepi, ia bertemu dengan Cahya Langit Maheswari. Gadis pendiam yang selalu menunduk, seolah berusaha menghilang dari dunia. Langit tidak banyak bicara, tapi kehadirannya entah bagaimana membuat Semesta merasa sedikit lebih ringan. Namun semakin lama, Semesta justru semakin kehilangan arah. Semakin hari, tekanan dari keluarganya kian menyesakkan. Beban yang ia pikul semakin berat, tapi tak ada yang benar-benar melihat. Dan ketika semuanya terasa terlalu melelahkan, ia membuat keputusan yang tak bisa diubah. Semesta pergi, meninggalkan keheningan yang menggema. Meninggalkan cerita yang tak akan pernah bisa diulang. Dan setelah ia tak ada, barulah dunia menyadari betapa berartinya Semesta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines