Cinta Yang Tak Bisa Memilih

Cinta Yang Tak Bisa Memilih

  • WpView
    LECTURAS 20
  • WpVote
    Votos 5
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, may 9, 2021
Menceritakan kisah tentang percintaan anak berusia 18 tahun disaat itu juga mereka harus mencari jati diri yang sungguh untuk menentukan impian mereka. Rona seorang siswa yang memiliki kepribadian yang ceria dan menarik. Dengan kepribadian rona tersebut membuat teman-teman nya berpikir bahwa rona tidak memiliki masalah. Suho seorang siswa tampan pintar dia juga atlet basket dan yang pasti dia banyak di sukai oleh teman-teman nya. Siapa sangka suho sangat menyukai rona. Kemal dia seorang siswa pindahan yang masuk sekolah rona. Kemal sendiri siswa tampan dan juga dia seorang atlet basket tapi sayang dia orang yang sering membuat ulah. Kemal juga memiliki masa lalu dengan rona. Akan tetapi kemal masih ada rasa? . . . "Maaf rona aku tidak bisa melupakan senyum itu" - Suho "Rona akankah aku masih ada harapan untuk bersama mu lagi?" - Kemal "Maaf aku tidak bisa memilih salah satu dari kalian, aku harap kita masih bisa berteman seperti kemaren" - Rona
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Don't Talk About Money
  • VATRIA UNEDA SCHOOL [✓]
  • CEO & Little Girl
  • Terpaksa Melayani Presdir Impoten
  • Badboy Is My Husband
  • KOMAR.
  • CEO ITU SUAMIKU
  • ALRIN

Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido