Goodbye | Park Jisung

Goodbye | Park Jisung

  • WpView
    Reads 96
  • WpVote
    Votes 31
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 27, 2021
Kita hanya sepasang insan yang dipertemukan oleh hari dan dipisahkan oleh takdir, terkadang terdengar amat lucu sehingga aku ingin tertawa terbahak-bahak, berharap semua ini hanya lelucon belakangan. Untyk Xilea Andrea, wanita ceroboh yang kucintai setelah nenek dan ibuku. Terima kasih telah mengisi lembaran halaman hidupku yang kosong dan juga maaf telah melukaimu. Ayo bersama untuk kehidupan yang akan datang, aku mencintaimu selalu dan akan seperti itu. Untuk Priandy Dharmata, selamat ulang tahun meskipun tak akan ada jawaban terima kasih yang Lea dapatkan. Semoga bahagia selalu, ayo tepati janji untuk bersama dikehidupan selanjutnya. Berbahagialah di sana hingga kita dipertemukan kembali -Goodbye- [Slow Up, thanks for visiting]
All Rights Reserved
#572
sadness
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dua cangkir satu Meja
  • Ripple || Mark Lee (Completed)✓
  • Ghost And Love || Park Jisung and Ningning aespa
  • [✔] 1. My Brother : CHENJI
  • Cold Mate. (Huang Renjun)✔️
  • LOST {JaemRen} Ver ☑️
  • Delayed Love || Chenji/Jichen (END)✔️
  • MELAWAN RESTU | MARK LEE✔
  • It's Always Been You✔️
  • Revolted Heart

Dua cangkir di satu meja. Salah satunya kopi hitam yang mulai dingin, satunya lagi teh hangat yang baru diseduh. Sama seperti mereka-dua orang yang dulu satu keluarga, kini seperti orang asing di bawah atap yang sama. Dewa sudah terbiasa hidup sendiri. Ia bisa makan mi instan kapan saja tanpa ada yang mengomentari. Bisa pulang larut tanpa ada yang menunggu. Bisa menjalani hari-harinya tanpa merasa harus menjelaskan apa pun kepada siapa pun. Lalu datang ayahnya, yang entah sejak kapan mulai mengatur ulang dunianya. Mengajaknya makan bersama, menyeduhkan teh di pagi hari, bahkan diam-diam mengganti mi instan dengan sesuatu yang lebih bergizi. Dewa tidak mengerti-apa yang sebenarnya diinginkan ayahnya? Kenapa setelah tujuh tahun pergi, kini ia kembali dan bertingkah seolah-olah segalanya masih bisa diperbaiki? Di sisi lain, ada Nira, seseorang yang selalu ada untuknya. Tapi kini, ia merasa semakin jauh. Hubungan yang dulu terasa nyaman perlahan berubah menjadi sesuatu yang penuh pertanyaan. Di antara meja makan yang dulu selalu sepi, dua cangkir yang tak pernah sama, dan sepiring mi instan yang akhirnya tak lagi dimakan sendirian, Dewa harus menghadapi sesuatu yang selama ini selalu ia hindari: apa arti pulang yang sebenarnya? Slow fic Sudah selesai ditulis sampai ending, sudah dipublikasikan pula semuanya. Sebab, aku tidak suka menunggu. Jadi, aku tidak akan membuatmu menunggu. 48 bab secara total. Bacalah jika menurutmu layak dibaca, tinggalkan jika menurutmu membosankan. Terima kasih sudah meluangkan waktumu yang berharga. by Tigajully 2025

More details
WpActionLinkContent Guidelines