Setelah Hujan di Bandung

Setelah Hujan di Bandung

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 10, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Happy Ending
Slow Burn
Tagsfiksi
Laki-laki bertubuh tinggi itu masih duduk dengan tatapan kosong, hujan telah reda jalanan sudah mulai padat kembali namun ia masih melamun di area caffe Seorang diri di temani segelas matcha hangat yang sudah setengah habis. Lalu lalang manusia menghalangi pandangan hingga matanya tertuju pada sosok perempuan yang berjalan melewatinya sontak ia berdiri, berlari ke arah pintu dan membukanya kasar kanan kiri ia fokuskan penglihatannya namun sosok yang ia cari tak ada, berlari menembus ratusan orang hingga ke ujung selatan kota, satu nama tempat tertulis jelas di plang "toko buku" entah, dia memiliki firasat kuat, dengan nafas tersengal-sengal melangkahkan kakinya masuk kedalam toko buku itu dan menarik tangan perempuan yang sedang sibuk mencari buku "KENEISHA!".
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kembang Desa
  • Salah Status [END]
  • Nala dan Mas Juragan
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Prahara Lamaran [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Nakula

Usai menjalani pendidikan strata 1 di Ibu Kota, Adara Ruby Sanjaya (22), gadis centil nan cantik yang sering dipanggil dengan sebutan Dara diminta kembali oleh orang tuanya yang berada di desa. Menuruti adalah jalan terakhir yang harus di lakukan Dara. Dara pikir pulang ke kampung halamannya adalah pilihan yang sangat buruk, tetapi disana ia menemukan sesuatu yang sayang untuk dilewatkan. ~~~ Menjadi harapan satu-satu orang tua yang harus terjun ke dunia perdagangan, adalah takdir Biantara Pradikta (32), Bian yang merupakan anak laki-laki dari juragan tersohor se Kecamatan. Mempunyai adik perempuan yang masih berada di bangku menengah keatas, itulah alasan Bian tidak melanjutkan pendidikan paska lulus SMA. Memiliki sifat yang cuek dan tidak terlalu memikirkan tentang perempuan, padahal ibunya sering menyodorkan anak temannya untuk ia kencani, tetapi ia acuh tak acuh dengan itu. Sampai hadir seorang gadis jelita yang merupakan anak dari pengusaha beras di desanya, gadis yang menjadi buah bibir para tetangga, bukan hanya prestasi yang jarang orang dapat dikehidupan mereka, tetapi juga parasnya yang membuat para tetangga rela menyodorkan anak lelakinya pada gadis itu. Tetapi, mengapa Bian tidak menyukai itu! Cerita keseharian gadis incaran para pria dan calon menantu idaman ibu-ibu desa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines