Ketika Langit Terbuka

Ketika Langit Terbuka

  • WpView
    Reads 59
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 30, 2025
Tiga sahabat, Fahri, Reyhan, dan Aisyah, sedang menjalani perjalanan hijrah yang penuh dengan tantangan. Mereka telah lama bersama, tumbuh dalam kebersamaan, namun kini mereka dihadapkan pada ujian yang menguji keyakinan dan hati mereka. Aisyah mulai merasakan perasaan yang lebih dari sekadar persahabatan kepada Fahri, sementara Reyhan, yang selama ini menyimpan rasa untuk Aisyah, merasa bahwa cintanya tak lagi bisa disembunyikan. Namun, mereka semua menyadari bahwa hijrah bukan hanya soal perubahan fisik atau mengikuti kata hati, tetapi tentang perubahan jiwa yang mengarah pada Allah. Dalam kebingungan mereka, sebuah percakapan malam yang penuh doa dan harapan membawa mereka pada pemahaman yang lebih dalam tentang hijrah. Mereka belajar bahwa hijrah sejati adalah memilih untuk menjaga hati, meskipun perasaan cinta itu begitu kuat. Mereka menemukan bahwa cinta yang sesungguhnya adalah cinta yang mengarah pada Allah, bukan pada sesuatu yang duniawi. Meskipun perasaan mereka saling tumpang tindih, mereka sepakat untuk menjadikan Allah sebagai tujuan utama dalam perjalanan hidup mereka. Di setiap malam yang sunyi, di setiap doa yang dipanjatkan, mereka merasakan kedamaian yang datang dari keyakinan bahwa mereka tidak sendirian dalam perjalanan ini. Allah selalu ada untuk membimbing langkah mereka. Hijrah bagi mereka bukan sekadar melepaskan yang duniawi, tetapi menjadikan setiap langkah mereka sebagai bentuk pengabdian kepada-Nya. Perjalanan mereka menjadi sebuah kisah tentang cinta yang tak hanya berhubungan dengan manusia, tetapi juga dengan Sang Pencipta. Mereka belajar bahwa setiap ujian adalah batu loncatan untuk mendekatkan diri kepada Allah, dan bahwa cinta yang sejati hanya bisa ditemukan di jalan yang membawa kita lebih dekat kepada-Nya. Sebuah perjalanan panjang yang penuh dengan harapan, penyesalan, dan berkah, yang pada akhirnya menunjukkan bahwa cinta yang abadi hanya bisa ditemukan melalui pengabdian kepada Allah.
All Rights Reserved
#310
pemuda
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mujahadah (Sudah Terbit)
  • Pertemuan Dibalik Skenario Takdir Allah
  • HIDIYAH (7 PASANG MUJAHID) TERBIT
  • Takdir di Sepertiga Malam
  • Cinta tak keliru (END)
  • Hijaber Girl and Bad Boy✔[Sudah Terbit]
  • tak kan kubiarkan kau menjerit
  • Ikhtiar Cinta Bersamamu [END/SUDAH TERBIT]
  • This is My Future | END
  • BUKAN PILIHAN KU

(Tersedia versi cetak dan ebook di Playstore) Aku tidak pernah terpaksa untuk menikahinya, karena aku yakin, Allah sudah mengatur setiap jodoh hamba-Nya. Jika Asifa bukan jodohku, maka Allah akan jauhkan dia dariku seperti saat ini. Jika Hira adalah jodohku, maka Allah akan dekatkan dia untukku dan aku akan menerimanya sepenuh hati. --El Jalalludin Sulaiman-- Menerimanya adalah tantangan terbesarku karena aku harus melepaskan laki-laki yang masih menghuni hati ini. Keputusanku menerimanya karena hati kecilku mengatakan, jika dia adalah orang terbaik sebagai pendampingku. Dan hati kecilku tak berbohong, dia benar-benar jodoh terbaik dari Allah untukku. --Mahira Azalea--

More details
WpActionLinkContent Guidelines