Story cover for DIA AIRA! by chalis23_
DIA AIRA!
  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published May 10, 2021
Mampir kak hehe ❤

senja memang indah tapi hanya sementara namun rasanya selalu ada. 


"Apa yang kau katakan? "  Khumairatun Nisa

"Aku mencintaimu"Daniel Firmansyah

Apa jadinya jika kamu bertemu pria Asing yang baru pertama kali melihat mu tapi bilang bahwa dia mencintaimu? Sungguh konyol
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add DIA AIRA! to your library and receive updates
or
#488romanca
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
Nadi Akhir Luka cover
Diana - Cinta Tak Pernah Salah cover
I'M YOURS (END) cover
CINTA RAHASIA cover
Senja Kaylara [ END ] cover
Begin Again cover
Sahabat Jadi CINTA cover
Early meeting cover
Moonlight (Part 1 : School) cover

Nadi Akhir Luka

54 parts Complete

"Perihal rindu yang tidak berakhir dengan pertemuan dan kepulangan. Cukup dengan sebatas rasa yang dipandu agar tidak menyalahi aturan." -Ini antara KITA, RASA, dan Aturan-Nya.- *** "The sunset is beautiful isn't it?" gumam Senja pelan. "Hu'um. Sunset memang indah, tapi Bukan dengan perpisahan. Aku terima keputusan kamu untuk kita menikmati kata the sunset is beautiful isn't it sampai kita bisa merangkai kata selanjutnya," sahut Askara mengangguk setuju. "Kata selanjutnya? Maksudnya?" tanya Senja bingung. "Iya, sampai kata the sunset is beautiful isn't it berubah jadi the moon and sunrise is beautiful isn't it," jawab Askara. penuh keyakinan. "Kamu yakin kalau bakal tercipta itu di antara kita?" "Harus yakin. Hal pasti aku akan terus berusaha. Mulai sekarang akubakal berusaha kerja keras untuk persiapan finansial, kontrol diri untuk persiapan mental, dan kontrol ibadah untuk persiapan agama supaya aku bisa ngerayu Allah untuk ini. Sampai ketemu di titik terbaik menurut takdir Aruna Senja Darmawangsa. Semoga kita bertemu lagi dengan versi terbaik masing-masing, supaya kita saling merasa beruntung nantinya. Ana uhibbuki fillah," jelas Askara menghembuskan napas kasar. "Selamat berkelana, Tuan. Semoga takdirmu dan takdirku bisa menyatu secara sempurna. Ana uhibbuka fillah wakafa billahi syahida."