Sapphire

Sapphire

  • WpView
    Reads 114
  • WpVote
    Votes 53
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 15, 2021
Hai, namaku Karin. Ayahku ini seorang pemilik perusahaan ternama, yakni Ralph Department. Ibuku seorang wanita karir, ia bekerja sebagai tour guide. Kedua orang tuaku ini pekerja keras, dan itu yang membuat keluarga ini menjadi kaya raya. Terlebih lagi perusahaan Ayah yang begitu sukses. Aku? Aku bukanlah siapa-siapa. Aku hanya anak dari seorang pemilik perusahaan ternama. Aku tidak memiliki kuasa apa pun selain dari pada uang Ayah. Tapi untungnya, dengan begitu, aku bisa melindungi diri dari naungan Ayah, terutama perihal uang. "Wah, warna mata kamu indah sekali, Nak," puji seorang Nenek yang kutemui di pinggir jalan. "Wajahmu juga cantik, Non. Gaya pakaianmu menyempurnakan segalanya." Berbagai orang sering terpukau dengan penampilanku. Kebanyakan dari mereka mengagumi warna mataku yang persis seperti batu permata safir. Namun mereka tidak tahu, dibalik warna mata yang kumiliki, tersimpan sebuah kisah yang mengerikan. Semua berawal dari sekolah itu ...
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tentang Aku
  • PENCARIAN SANG AHLI WARIS THE MORGAN
  • 27/17  [COMPLETE]
  • POSESIF (END)
  • DIA ADALAH NAJA
  • Close Your Eyes (Sehun - Jieun) (End)
  • Perfection of life (GRESHAN)
  • PLEASE,,,LOVE ME BOY!! (ON GOING)

Namaku mempunyai banyak makna, tergantung bagaimana orang lain melihatnya dari sudut pandang mereka. Tidak terkecuali bagi orangtuaku. Ayahku memberikan nama dalam Bahasa Sansekerta. "Eka Ratna Sari" itulah namaku. Panggil aku "Eka", atau "Ratna". Kecuali jika sedang dijahili oleh sepupuku, dia meledekku dengan salah satu merk serbuk minuman pereda panas dalam. Kata ayah, namaku berarti : "Anak pertama yang menjadi permata hati untuk kedua orangtuaku" Sebuah doa meski bukan dalam Bahasa Arab. Aku yakin Allah mengerti semua bahasa. Aku lahir sehari setelah R. A. Kartini dilahirkan, namun ditahun '97 Kata orang, aku anak dokter, bukan karena Ayah atau Ibuku berprofesi sebagai seorang dokter. Namun karena sejak kecil aku mudah sakit. Meski begitu, aku tidaklah lemah, Allah Menguatkanku. Aku itu keras kepala, Ibu bilang karena sifat keras kepalaku, aku tumbuh menjadi sosok yang tidak mudah menyerah saat menghadapi kesulitan. Aku hanya wanita biasa dengan cita-cita mengistimewakan orangtuaku. Salah satu hal yg membuatku bahagia adalah ketika melihat orangtuaku dengan bangga tersenyum karena prestasiku. Beberapa orang memberikan julukan "cabe rawit" kepadaku, ini dikarenakan selama 6 tahun masa Sekolah Dasar, aku selalu mendapat rangking 1, meskipun aku tidak menempuh pendidikan Taman Kanak-kanak. Aku kecil dikenal oleh sebagai sosok yang pemalu. Berbeda dengan aku yang beranjak dewasa, aku menjadi sosok yang senang bercerita. Sampai-sampai salah seorang temanku memanggilku dengan sebutan "Nona Kereta Api". Aku adalah salah satu pengagum para Nabi dan Rasul, serta tokoh-tokoh pejuang Islam. Meski aku tidak bisa dikenang oleh banyak orang dari masa ke masa seperti mereka, setidaknya aku berusaha menciptakan kesan baik bagi dunia yang mengenalku. Aku ingin terus hidup dalam ingatan mereka meski kelak aku telah tiada. Caranya? Melalui sebuah usaha yang pantang terhenti dan do'a yang selalu dilangitkan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines