We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Sapphire

Sapphire

  • WpView
    Reads 114
  • WpVote
    Votes 53
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 15, 2021
WpInfo
Fiction
Horror
Hai, namaku Karin. Ayahku ini seorang pemilik perusahaan ternama, yakni Ralph Department. Ibuku seorang wanita karir, ia bekerja sebagai tour guide. Kedua orang tuaku ini pekerja keras, dan itu yang membuat keluarga ini menjadi kaya raya. Terlebih lagi perusahaan Ayah yang begitu sukses. Aku? Aku bukanlah siapa-siapa. Aku hanya anak dari seorang pemilik perusahaan ternama. Aku tidak memiliki kuasa apa pun selain dari pada uang Ayah. Tapi untungnya, dengan begitu, aku bisa melindungi diri dari naungan Ayah, terutama perihal uang. "Wah, warna mata kamu indah sekali, Nak," puji seorang Nenek yang kutemui di pinggir jalan. "Wajahmu juga cantik, Non. Gaya pakaianmu menyempurnakan segalanya." Berbagai orang sering terpukau dengan penampilanku. Kebanyakan dari mereka mengagumi warna mataku yang persis seperti batu permata safir. Namun mereka tidak tahu, dibalik warna mata yang kumiliki, tersimpan sebuah kisah yang mengerikan. Semua berawal dari sekolah itu ...
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Close Your Eyes (Sehun - Jieun) (End)
  • PENCARIAN SANG AHLI WARIS THE MORGAN
  • Antara aku dan dunia
  • POSESIF (END)
  • 27/17  [COMPLETE]
  • POLARIS
  • DIA ADALAH NAJA

Aku hanya mampu berdiri di ambang pintu kamarku, menyaksikan tawa lepas mereka, kebersamaan mereka, canda tawa mereka, dan kebahagiaan yang terpancar jelas dari raut wajah mereka. Masihkah aku dianggap dalam keluarga ini? Masihkah aku terlihat dalam keluarga ini? Masih adakah aku dalam hati mereka? Atau mungkin aku hanya dianggap angin lalu yang sama sekali tidak penting dan tidak ada gunanya? Tanpa terasa air mata ini sudah mengalir deras, mengalir membasahi pipiku, aku tak berniat untuk menghapusnya, karena aku yakin air mata ini akan terus mengalir walau aku sudah beberapa kali menghapusnya. Hatiku sangat perih, dadaku begitu sakit, kepalaku mulai terasa pusing dan berat, memang hanya rasa sakit lah yang selalu setia menemaniku saat aku merasa sendiri dan terasingkan seperti ini. Sering aku bertanya-tanya, apakah aku bukan anak kandung mereka? Apakah kehadiranku di dunia ini sama sekali tak di inginkan? Apakah aku hanya anak terbuang yang di pungut oleh mereka? Perasaan sakit dan rasa iri ini selalu membuatku bertanya-tanya dalam hati, namun aku tahu bahwa aku tak sepantasnya untuk bertanya seperti itu, biar bagaimana pun mereka adalah keluarga yang menjaga dan mengasihiku selama ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines