Wa'alaikum, Sunbaenim!

Wa'alaikum, Sunbaenim!

  • WpView
    Reads 714
  • WpVote
    Votes 51
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 22, 2023
Perbedaan memang selalu menyakitkan. Bukan lagi menyangkut tentang kasta dan usia, tapi ini perihal agama. Landasan hidup setiap manusia. Antara lonceng yang berdentang, dan adzan yang berkumandang harus membuat seorang gadis berusia 18 tahun itu mundur dengan perlahan. Karena baginya, tidak ada bandingan untuk Islam. "Sepertinya takdirku bukanlah dirimu. Baiklah... aku akan mencari takdirku pada cinta yang lain,"- Keinara Mumtaza Az-Zahra. Rank : #1 in romanislami (04 Mei 2022) Start : 12 September 2021 2021 || @Zahraaj06 Cover by @yani_graphic
All Rights Reserved
#439
korea
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Assalamu'alaikum Kekasih Impianku [END]
  • Dia dan Doa
  • Khimar Fillah✔
  • AKSAFA (End)
  • [As3] Cerita Aku, Kamu Dan Kita
  • Muallaq (End)
  • ZAHTHAR [END]
  • Cinta Untuk Nabila (SELESAI✔)
  • Janji Surgaku (TAMAT)

𝐒𝐄𝐋𝐄𝐒𝐀𝐈 [𝐏𝐀𝐑𝐓 𝐋𝐄𝐍𝐆𝐊𝐀𝐏] [𝗦𝗽𝗶𝗿𝗶𝘁𝘂𝗮𝗹-𝗥𝗼𝗺𝗮𝗻𝗰𝗲] 𝗙𝗼𝗹𝗹𝗼𝘄 𝗮𝗸𝘂𝗻 𝘄𝗮𝘁𝘁𝗽𝗮𝗱𝗸𝘂:) ⚠️𝗗𝗜𝗟𝗔𝗥𝗔𝗡𝗚 𝗣𝗟𝗔𝗚𝗜𝗔𝗧⚠️ •••• Aku hanyalah perempuan biasa yang sedikit mengerti tentang Agama. Bahkan, bisa membaca Al-Qur'an saja, diriku bersyukur tak terkira. Aku memang sederhana, tak pandai bergaya, apalagi memamerkan keindahan wajah yang putih dan bersih seperti perempuan diluar sana. Akan tetapi, saat mengenalnya aku merasa aku mengagumi dirinya. Namun, aku tau diriku tak layak bila disandingkan dengannya. Dia adalah sosok yang begitu mapan, baik akhlak maupun tutur bahasanya. Dirinya seorang Hafidz Qur'an. Bahkan disegani banyak orang. Sedangkan diriku, hanya perempuan biasa. Daripada dia yang jelas mengerti Ilmu Agama. "Aku akan mengkhitbahmu," katanya berhasil membuatku mendongak seketika. "Kak maaf, tapi aku-" "Aku akan datang nanti malam," lanjutnya yang menimbulkan gejolak dalam dadaku. "Maaf Kak, tapi aku tidak pantas untuk Kakak. Aku hanya perempuan biasa yang tak pandai beragama. Bahkan Kakak tau itu, aku bisa membaca Al-Qur'an saja bersyukur Kak. Sedangkan Kakak, seorang Hafidz Qur'an, bahkan disegani banyak orang. Maaf, aku tidak pantas untuk Kakak, permisi. Wassalamu'alaikum." •••• #penasaran? Langsung cek ya:) Start : 30 Januari 2021 End : 08 Mei 2021 𝗖𝗘𝗥𝗜𝗧𝗔 𝗠𝗨𝗥𝗡𝗜 𝗔𝗦𝗟𝗜 𝗗𝗔𝗥𝗜 𝗣𝗘𝗠𝗜𝗞𝗜𝗥𝗔𝗡 𝗦𝗘𝗡𝗗𝗜𝗥𝗜. © Images from pinterest

More details
WpActionLinkContent Guidelines