BERSAMAMU

BERSAMAMU

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 29, 2021
CINTA ITU TAK MEMANDANG TEMPAT,WAKTU DAN KEADAAN NAMUN JIKA SUATU MASALAH MENJADI PENGHALANG APAKAH CINTA SEJATI AKAN BERPISAH?ATAU MALAH SEMAKIN KUAT? "mulai sekarang gue yakin kalau yang gue baca di novel novel itu bener,kalau cowok itu playboy semua" -ARSHIELA VARNIKA "gue tau gue salah dan cara buat nebus kesalahan gue cuma satu,yaitu milikin lo sepenuhnya" -ARTAMA ZEORAHGANA WARNING! TYPO ADA DIMANA MANA😎😎
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • YILDIZ [TAMAT]
  • Sugar momy (Tahap Revisi)
  • Senyawa Abu-abu { F I N I S H }
  • Secret Of Love
  • happy ending  Versi Ku Kapan?
  • Silent, Please! (Re-up)
  • Yang Tak Pernah Ada

"Iya sih, enggak penting juga. Enggak ada hubungan juga sama gue, cukup tahu aja," Mince mengambil tisu lalu mengusap air mata dan terkekeh. Ia hanyalah sebagian keryawan kecil di sini. "Udah jangan sedih lagi, nanti nyokap lo tambah sedih liat lo kayak gini," "Iya sih," "Makan yuk, udah jam 12 nih, gue laper," Dina menenangkan Mince. Mince menarik nafas menatap form form yang ada di atas meja, "Tapi kerjaan gue banyak," "Udahlah dikerjain nanti aja, lo harus makan dulu biar kuat," "Kuat ngapain?," "Kuat bercinta," timpal Dina. "Itu sih lo, bukan gue," Seketika Dina tertawa ia melirik Mince berdiri di sampingnya, "Bercinta itu asyik tau," "Ya asyiklah, kalau enggak asyik orang enggak mungkin bela-belain bulan madu sampai ke ujung dunia demi buat anak banyak-banyak," ucap Mince asal, melangkah keluar dari office. "Emang lo pernah ngerasain?," "Enggak," "Nanti kalau udah punya pacar dicoba aja," "Ogah," "Enak tau," "Ih apaan sih lo," "Gue pernah coba sama pacar gue, rasanya enak," "Ih ...," "Makanya cari cowok, biar bisa enak-enak," "Ih Dina !, lo apa-apaan sih cerita ginian," "Biar lo tau lah," "Asemmm," Tawa Dina kembali pecah, mereka berjalan menuju EDR. Ia senang melihat Mince kembali tertawa. Ia tahu bahwa wanita cantik ini begitu menyayangi ibunya lebih dari apapun. Sehingga rela menjual barang berharga miliknya demi pengobatan sang bunda. Ia sengaja berbicara seperti ini demi melihat tawa Mince.

More details
WpActionLinkContent Guidelines