I'M FED UP

I'M FED UP

  • WpView
    GELESEN 35
  • WpVote
    Stimmen 15
  • WpPart
    Teile 1
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Di., Juni 15, 2021
WpInfo
Belletristik
Romantik
Jihan perempuan tangguh. Tak pernah menyerah pada keadaan. Sekali terjatuh, Jihan akan mencari seribu cara agar bisa bangkit lagi. Namun, semuanya berubah ketika kegagalan pada kisah cinta, krisis penemuan jati diri, pencapaian cita-cita, serta harapan orang tua yang berbeda dengan apa yang ia inginkan membuatnya menyerah pada segalanya. Apa yang harus Jihan pilih ketika ia dihadapkan pada jalan mulus tanpa hambatan yang telah disiapkan oleh kedua orang tuanya namun bukan keinginannya dengan jalanan terjal yang belum pernah terjamah tetapi mengantarkannya pada apa yang ia impikan selama ini. Sebenarnya ia jengah dengan kalimat restu orang tua adalah restu Tuhan. Haruskah ia mengikuti kalimat itu atau,
Alle Rechte vorbehalten
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • LOSER'S HAPPINESS (END)
  • When Love Calls [END]
  • Bentangan Payung Biru
  • The First, Not the Last
  • Apakah Kita Bisa Bersama
  • KARINALTHA
  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]
  • Titik Terbaik | END
  • Jenggala: Bawa Aku Masuk Ke Duniamu
  • Become an Extra or Main Character [END]

Dunia ini semakin tua semakin keras. Semakin sulit untuk dijalani. Sama halnya seperti yang dialami oleh seorang remaja laki-laki yang dipaksa dewasa karna keadaan. Hidupnya terlalu berat, bebannya terlalu banyak hingga ia lupa caranya untuk tersenyum. Ia tidak memiliki siapapun didalam hidupnya, bodoh dalam hal pelajaran, buta dalam bersosialisasi, dan penampilannya yang sangat mendukung untuk dirundung membuatnya memiliki julukan "Mati segan hidup tak mau". Hingga suatu hari kehidupannya berubah saat ia bertemu seorang gadis yang senasib dengannya. Kehadirannya membuat senyuman tipis terukir lagi dibibirnya. Namun keadaan itu tidak bertahan lama setelah masalah besar hadir dikehidupan keduanya. Jujur ia sudah lelah dengan kehidupannya. Mungkin ini saatnya untuk seseorang dari dirinya mengambil keputusan terbesar.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien