How? Trust Me Now?

How? Trust Me Now?

  • WpView
    Reads 1,319
  • WpVote
    Votes 206
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 26, 2022
Ada sekelompok anak yang menamai mereka stray kids, beranggota 8 anak laki-laki pemberani yang suka menantang tantangan. Dan ada salah satu dari mereka yang agak berbeda dari yang lainnya. Dia Minho, Lee Minho. Pemuda 18 tahun yang memiliki sebuah kelebihan. Dia bisa melihat apa yang tidak bisa dilihat oleh manusia pada umumnya. Namun, kelebihannya sering dianggap sebelah mata dengan teman-temannya. "Kakak lagi sama siapa sih? kok berisik banget?" -Minho "Hah? apa maksudmu? aku sendirian kok disini, ga ada siapa-siapa." -Chan. "T-tapi, jelas-jelas disitu rame banget. Masa kak Chan ga denger?" - Minho. "Please Bin, jangan kesana. Disana banyak penghuninya." -Minho "Kakak ngomong apa sih? Jangan nakut-nakutin deh." -Changbin. "Cukup! kalo kalian aku ga percaya sama aku, ya udah! Yang pasti jangan nyesel kalo semua yang aku liat itu jadi kenyataan!" -Minho. Setelah itu, Minho hilang bagai ditelan bumi. Terkadang terlihat tapi, tak mau mendekat atau didekati. Kecuali, oleh Lee Felix, adik sepupunya yang memiliki kelebihan yang sama tapi, tidak memiliki nasib semalang Minho. "Lix? Minho kemana sih? Kok ga pernah keliatan lagi." -Chan. "Ngapain nanyain kak Minho lagi? Ga puas udah nyakitin dia?" -Felix. "Bukan gitu, lix. Kita mau minta maaf sama dia, kami sadar kita keterlaluan sama Kak Minho." -Seungmin. "Cukup! Jangan ganggu kakakku lagi, sekali lagi kalian buat dia sakit hati. Aku adalah orang pertama yang akan menghajar kalian semua." -Felix. Kejadian aneh mulai terjadi, banyak sekali bencana alam dan lainnya. pembunuhan berantai pun terjadi. "Tuhan, apa yang terjadi. Tolong lindungi kami." -Chan. DUARR! Ledakan besar terjadi, menghancurkan semua rumah dan bangunan. "Ikut aku." kata seseorang lelaki berjubah hitam. "Mi-minho? kau?" kata mereka semua. "Bagaimana sudah percaya dengan kata-kataku? Menyesal karena tidak mempercayai aku dulu?" -Minho. . . . . . . . . . . . . . . . How? Trust Me Now? by: Peachythor
All Rights Reserved
#229
felix
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Black Out III
  • Our house ᶠᵗ (97ˡⁱⁿᵉ)✔
  • MIRROR | Jay ✓
  • ODGJ GAK SIH? [Stray Kids]
  • Three Little Words [Minsung]
  • DISTRICT 9 ||skz✓
  • Dear My Brother ✔ [Banginho]
  • Matahari & Brownies

"Ini mati listrik yang... luar biasa..." -Sungwoon- "Apa ini perbuatan alien?!" -Minhyun- "Kenapa kalian begitu histeris?" -Jaehwan- "Apa dia masih hidup?" -Woojin- "Tidaaak!!!" -Seongwoo- "Tidak! Aku buta!" -Daniel- "Tubuhnya tidak bergerak sama sekali, merespons juga tidak!" -Guan Lin- Sungguh malam Minggu yang hebat. Dalam benak kami terlukis sebuah pemandangan indah di malam Minggu, meski para jomblo konon menderita pada malam tersebut oleh kutukan yang terkadang sulit dicabut itu. Malam ini berbeda 180 derajat, tak pernah seumur hidupku terbayang akan malam menakjubkan ini. Kalangan yang takut akan malam ini tak hanya kami yang masih lajang, mereka-mereka yang sedang menjalani hubungan pun tak akan absen dalam memproduksi jeritan. Apa hanya jeritan? Mungkin air mata pun ikut serta. Beruntung sekali diriku masih waras setelah mengarungi malam yang panjang ini. Hanya rembulan dan cahaya ponsel sebagai alat bantu kami dalam petualangan di kegelapan. Kisah yang tertuang pada malam ini benar-benar di luar nalar. Siapa sangka berdiam di dalam rumah itu aman? Siapa sangka yang tadinya kawan bisa menjadi musuh? Siapa sangka yang baru saja tersenyum tulus tiba-tiba menancapkan pisau ke dada kita satu detik kemudian? Siapa sangka orang yang satu menit lalu berbincang bersama kita, satu menit kemudian ia ditemukan sudah terkapar di lantai dengan tubuh bersimbah darah? Bahkan seorang peramal pun tak akan sanggup menerawang perihal untaian kejadian malam ini dengan tepat. Hanya Tuhan yang tahu akan misteri itu. Di sini kami melewati malam ini dengan mempertahankan nyawa. Aku dan kumpulan lelaki tersebut sungkan tak sungkan harus ikut menyumbangkan cerita kami untuk malam ini, atau mungkin menyumbangkan jiwa dan raga? Tak ada yang tahu. -Sua (Reader/OC)- *CERITA MENGANDUNG KEKERASAN. MOHON UNTUK TIDAK DITIRU.

More details
WpActionLinkContent Guidelines