We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
J I H A N  [ INI KISAHKU ]

J I H A N [ INI KISAHKU ]

  • WpView
    Reads 23,835
  • WpVote
    Votes 259
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 28, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
[ PROSES REVISI ] [ follow dulu sebelum membaca dan jangan lupa vote nya ] END✓ Kisah ini tentang sebuah pernikahan yang tak berjalan mulus dan berakhir perceraian , gadis cantik yang dipaksa menikah oleh ayahnya karna keegoisan ayahnya , setiap harinya ia di siksa dan dijadika budak nafsu oleh suaminya sendiri Dan tanpa sengaja di suatu malam ia bertemu dengan seorang pria yang ternyata pengagum rahasia dirinya Hingga ia terjerat dalam pertunangan Bagaimana akhir kisah Jihan?? Baca aja langsung ya hehehe yukkkk bacaaa dan jangan lupa vote, komen, dan follow yaa. INI MURNI PEMIKIRAN AKU SENDIRI NO PLAGIAT PLAGIAT , AKU BUTUH WAKTU YANG LAMA UNTUK POST CERITA INI JADI T deOLONG HARGAI KERJA KERAS AUTHOR . gesss sebelum nya aku mau bilang sebenarnya aku mau publish cerita ini tamat tapi keknya aku bakal publish nya satu persatu deh , jadi kayak on going gituuuuu , heheheheh
All Rights Reserved
#290
perceraian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Prenuptial Agreement
  • Istri Muda
  • REGATHAN [END]
  • Love Suamikkk (END)
  • Ceritaku
  • My Husband Is Disabled
  • ALVIN (On Going)
  • My Dear Husband (COMPLETED)
  • || I'm NOT Her || End ✔
  • MY BAD HUSBAND ✓ (E N D)

"Tya, kapan kamu akan menikah?" tanya sang ayah. "Nanti, Yah, kalau sudah ada jodohnya," jawaban ringan itu yang selalu menjadi andalan Adistya. "Iya kapan?" tanya kembali ayahnya yang sepertinya tak sabar menginginkan sang putri untuk segera menikah. "Sabar kali, Yah, toh jodoh gak akan ke mana." "Jodoh memang tidak akan ke mana, tapi kalau gak ke mana-mana kapan dapat jodohnya." Kutipan itulah yang selalu ayahnya ucapkan. Membuat Adistya memutar bola matanya bosan. Ayahnya itu gemar menanyakan perihal jodohnya apalagi mengingat usianya yang sudah menginjak angka 27, usia yang sudah cukup matang untuk membina rumah tangga sampai ayahnya gemar sekali mencarikan jodoh yang untungnya tidak pernah berhasil. Adistya lelah begitupun dengan sang ayah, sampai akhirnya sebuah kesepakatan mereka buat untuk perjodohan terakhir Adistya. Kebebasan sudah ada di depan mata, tapi harapan itu harus gagal karena dengan lancangnya kepala Adistya mengangguk mengkhianati hatinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines