Jauh Dihati Dekat Dimata

Jauh Dihati Dekat Dimata

  • WpView
    Reads 201
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadComplete Mon, Apr 25, 2022
Trauma akan rasa cinta. Perasaan itu memang sudah hilang sepenuhnya, tapi tidak dengan lukanya, sakitnya masih ada, kecewanya masih terasa hingga membuatnya takut untuk kembali merajut rasa. Cinta, perasaan yang membuat hatinya mati untuk kembali merasa. Prisillya Agatha, pernah mencintai Pandu Pramudya sebegitu besarnya. Memuja pemuda itu tanpa perduli pada perasaannya yang terus di abaikan. Luka kecil yang diterima akibat tak pernah dibalas perasaannya tak lantas membuat dia menyerah. Hingga rahasia besar yang terungkap secara tidak sengaja membuat hatinya sakit luar biasa. Rasa itu seketika mati. Cinta itu membuat hatinya terluka tanpa bisa diobati. Cinta pertama yang begitu dia puja, menjadi trauma luar biasa yang coba dia sembunyikan dari dunia.
All Rights Reserved
#4
sesil
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DI ANTARA DUA KEHIDUPAN (END)
  • 【𝑾𝒊𝒍𝒍 𝑩𝒆 𝑴𝒊𝒏𝒆?】
  • Sejenak Luka
  • CINTA PERTAMA DI SMA
  • ELGITA  (TERBIT)
  • the Edge.
  • GARA IS MINE
  • Di Bawah Rintik Hujan itu
  • Silence [On Going]
  • Waktu?

"Anak hebat Ayah, kalau sudah besar mau jadi apa?" Suara itu masih terngiang di kepala Syela, lembut dan penuh kasih sayang. Malam itu, ia masih berusia enam tahun, duduk di pangkuan ayahnya yang selalu wangi dengan aroma buku dan kopi. "Dokter, Ayah. Supaya Syela bisa menyembuhkan orang-orang dan membantu banyak orang," jawabnya dengan penuh semangat. Ayahnya tertawa kecil, mengusap kepalanya dengan penuh kebanggaan. "Syela janji ya, suatu hari nanti akan jadi dokter hebat? Ayah janji akan selalu menuntun langkah Syela sampai impian itu terwujud." "Iya, Ayah! Syela janji! Terima kasih, Ayah. Syela sayang Ayah, sampai kapanpun." Janji itu terdengar begitu nyata, seolah hanya terjadi kemarin. Tapi kini, bertahun-tahun setelahnya, Syela hanya bisa menatap kosong ke langit-langit kamar. Ayah tidak lagi di sini. Janji itu, yang dulu terdengar seperti kepastian, kini hanya tinggal kenangan yang menggantung di dara. Syela menarik napas panjang, meremas ujung selimutnya. Sudah bertahun-tahun sejak ia kehilangan sosok yang paling ia cintai. Tapi luka itu tak pernah benar-benar sembuh. "Mana janji Ayah yang akan menuntun langkah Syela?" baca selengkap nya ya! @ssabrinena @syelas.story

More details
WpActionLinkContent Guidelines