Histori Pena

Histori Pena

  • WpView
    Reads 890
  • WpVote
    Votes 123
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadComplete Fri, Aug 16, 2024
WpInfo
Poetry
Hanya aksara yang berbicara. ***** -Berimajinasilah, karena hal itu menyenangkan meski kadang tak ada di dunia nyata. Ungkapkan imajinasimu melalui rangkaian kata yang membuatmu mengelola bakat terpendam yang kamu miliki tanpa kamu sadari- High rank: #7 in pena [14-11-21] #70 in puisi [09-11-21] #1 in pecintasastra [08-11-21] #1 in duniasastra [14-11-22] #24 in aksara [11-11-21] #3 in puisiindonesia [17-11-21] #1 in wattpadpoetry [14-11-21] #2 in sastraindonesia [11-11-21] #18 in Sajak [11-11-21] #23 in poetry [15-11-21] Selamat Membaca~ Selamat menikmati tulisan yang tergores~
All Rights Reserved
#9
pena
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [3] Aksara, Rasa, Asa | ✔
  • Dependency ✓ [Sudah Terbit]
  • Rengkuh Rasa, Remuk Raga | ✔
  • Rintik Hujan
  • don't hurt Lia (end)
  • Cinta Wanita Simpanan
  • Indonesian Poetry
  • Luka Lara Luna || END
  • Rumah Untuk Lingga (Completed)
  • Seutas Gelabah

Highest rank #1 words (25/05/2021) #1 puisiindonesia (20/05/2021) #1 sastraindonesia (06/10/2024) #1 pecintasastra (13/05/2021) #1 wattpadpoetry (13/05/2021) #2 poem (27/06/2021) #2 nonfiction (06/10/2024) #2 berpuisi (02/07/2021) #2 antologi (23/06/2021) #3 poetry (21/06/2021) #7 diksi (12/06/2021) #9 aksara (21/06/2021) #21 puisi (25/06/2021) #30 favorit (06/10/2024) Aku menatap kejauhan. Sekelebat cuplikan itu terkumpul dalam benakku. Tentang canda tawa, hingga keluh kesah. "Sudahkah kita tiba?" Kutegakkan kepala sekedar untuk melihat garis wajahmu. Kamu tertawa, mengusap puncak kepalaku. "Belum, masih banyak yang ingin dunia ceritakan." Rupanya dunia ini masih penuh dengan kejutan. *** Sekumpulan puisi dan sastra tentang kisah insan yang dilanda dilema: antara bertahan atau berpisah. Semesta berkonspirasi menjauhkan keduanya, ketika takdir justru memaksa mereka untuk saling memeluk. Maka, garis-garis aksara ini akan mengungkapkan semua yang mereka rasakan. Mengirimkan mimpi dan pinta kepada Sang Pencipta. Seri Tiga dari antologi puisi Rasa dalam Asa ©2021

More details
WpActionLinkContent Guidelines