The Hallowed Heart

The Hallowed Heart

  • WpView
    MGA BUMASA 14,503
  • WpVote
    Mga Boto 1,432
  • WpPart
    Mga Parte 50
WpMetadataReadMatureKumpleto Sat, Jul 3, 2021
WpInfo
Fanfic
Gong Yoo berlari menyerbu Ye Jin dan mengangkat tubuhnya sebelum dilempar ke air kolam yang dingin tanpa peduli pekikan minta ampun gadis itu. Sambil tertawa dia pun menyusul lompat ke dalam kolam, menarik kaki Ye Jin dan mencegahnya naik menyelamatkan diri ke tepi kolam. Beberapa orang tertawa melihat kehebohan yang dibuat Gong Yoo tetapi Hyun Bin tak bisa melihat ada yang lucu di situ. Tak tahan merasakan moodnya yang semakin buruk, Hyun Bin berbalik berjalan menuju ruang ganti. Dengan emosi dia menendang tas olah raga Gong Yoo yang teronggok sembarangan di atas bangku, tanpa menyadari sepasang mata Ye Jin terus mengikutinya.
All Rights Reserved
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • I Love You, But ... ✓
  • ERASE (Short Fic)
  • Hot Birthday Night (Kdj)
  • When Bin Meets Jin
  • kejutan untuk Min Tae Gu (End)
  • (INDO Ver.) H A N I B A R A M  |  ORV x TCF Fanfiction
  • Reality (Wenjoy)*Revisi*
  • Run for Roses (JOONGDOK) | ✓
  • ♟️ 𐙚 .. 𝗄𝗂𝗇𝗀 𝗈𝖿 𝖼𝗎𝗋𝗌𝖾𝖽 ... "      /  semi-hiatus.
  • Sergio | Haechan

Orang-orang berpikir Lee Seokmin adalah cowok yang Yuna suka dan Kwon Soonyoung adalah kebalikannya. Karena Yuna selalu tersenyum dan akrab dengan Seokmin, sedangkan pada Soonyoung seperti musuh. Namun, Soonyoung tak pernah menyerah dengan perasaannya. Hingga akhirnya dia mendapatkan hadiah besar setelah malam itu terjadi. Dia tidak sabar mendengar Yuna menerima perasaannya kemudian berpacaran dengannya. Seharusnya itu terjadi. Seharusnya. **** "Kau mau pergi? Kenapa?" Kebisuannya bisa membunuhku. "Yuna, kau bahkan tidak memberiku kesempatan pacaran denganmu! Kau bilang jawabannya hari ini." Dia sepertinya tidak peduli seberapa dalam kehancuran yang akan kuterima akibat putus asa mengejarnya. "Kenapa kau tega sekali padaku? Jawab aku!" Dinding batu yang mengungkung tubuh Yuna akhirnya binasa. Dia menjatuhkan tasnya dan melangkah ke arahku. Matanya tiba-tiba memerah. Aku bertanya-tanya apakah dia hendak menangis atau itu memerah karena hal lain seperti kelilipan atau apa. Tiba-tiba kedua tangannya mendorong dadaku. Kencang sekali. "Kau mau pacaran denganku? Baiklah," ujarnya, suaranya gemetar. Dia mendorongku lagi, lebih kencang hingga tubuhku keluar dari bawah atap halte ke bawah guyuran hujan. "Ayo pacaran." Yuna mengeluarkan ponsel. Sementara jemarinya menari di atas layar, aku mengawasi dengan gigi bergemeletukan, tubuhku menggigil kedinginan, tanganku terkepal kencang. Kemudian gadis itu memamerkan layar ponsel padaku yang menampilkan penghitung mundur. "Tiga menit dari sekarang."

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman