[END] Dadah, Mama!

[END] Dadah, Mama!

  • WpView
    LECTURAS 27,828
  • WpVote
    Votos 2,063
  • WpPart
    Partes 73
WpMetadataReadConcluida lun, nov 21, 2022
Bullying, kekerasan dari Mama sendiri merusak jiwa Velia perlahan sampai dia stres hingga depresi. Satu-satunya sahabat menatap dia rendah setelah tahu Velia menyukainya, membiarkan ia tenggelam sendiri dan memilih bersandar ke sosok baru. Penghinaan parah saat Mama menarik rambut Velia dan menyeretnya di koridor sekolah demi mengetes keperawanan sampai Velia menangis darah, membuat Velia linglung. Sebenarnya ... untuk apa ia hidup? [Part lengkap] Project Juni 2019 - Mei 20
Todos los derechos reservados
#119
playingvictim
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • HIDDEN I (The End)
  • MAVAKA
  • MOANA AUDIA [ TERBIT ]
  • HILANG [Segera Terbit]
  • Om Barra [TERBIT]
  • ELGITA  (TERBIT)
  • Nayara [ TERBIT ]
  • BARA POSSESSIVUM

"Apa yang bisa dibanggakan darimu?" Sebuah hubungan yang kompleks antara seorang ayah dan anak perempuannya. Ayah tersebut tidak pernah menunjukkan kasih sayang dan penerimaan terhadap anaknya, bahkan menganggapnya sebagai beban keluarga. *** Diasha hanya ingin satu hal, dicintai oleh ayahnya sendiri. Namun kasih sayang itu tak pernah datang, bahkan seolah tak pernah diharapkan. Ia tumbuh dalam rumah yang penuh dingin dan diam, mencoba menjadi anak baik agar dilihat, agar dianggap tapi hasilnya selalu sama, hampa. Meski begitu, Diasha tak pernah benar-benar bisa membenci ayahnya. Di hatinya, pria itu tetap sosok penting yang tak tergantikan. Sayangnya, apakah ayahnya berpikir hal yang sama? Ketika cinta yang seharusnya melindungi justru melukai, Diasha dihadapkan pada pertanyaan paling pahit dalam hidupnya: Apa gunanya hidup... jika rasanya seperti mati Attention: Cerita ini mengandung tema yang sensitif dan dapat memicu emosi yang kuat pada pembaca, terutama bagi mereka yang pernah mengalami pengalaman serupa. Mohon untuk tidak terlalu terpengaruh oleh cerita ini. Penulis tidak bertanggung jawab atas segala reaksi emosi yang mungkin timbul, termasuk kebutuhan akan tisu. •dilarang keras menciplak karya ini•

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido