time; park sunghoon

time; park sunghoon

  • WpView
    Reads 1,683
  • WpVote
    Votes 263
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 20, 2021
WpInfo
Fanfic
Enhypen
[time; park sunghoon] [may, 2O21] Pada awalnya, Satya hanya ingin menunggu kapan waktunya ia bisa berpulang dan bertemu dengan ibundanya. Segala pengobatan menurutnya sia sia dan hanya memperlambat waktunya. Namun jika ia tidak melakukannya rasa sakit yang amat sangat itu akan datang kembali, rasa paling sakit yang pernah Satya rasakan. Bahkan membuatnya harus tinggal sementara di Rumah Sakit. "Kak, sakit banget? Jangan ditahan.. Kakak kalau mau pulang sekarang, Hira gapapa.." "Engga, gue kuat Nahira. Masih mau disini, masih mau sama lo. Kangen bunda, tapi gue gak bisa ninggalin lo. Rasa sakit ini gak ada apa apanya dibanding gue ninggalin lo sendirian" Semuanya berubah, saat ia mulai menyukai gadis bernama Nahira itu. Adik dari sohibnya, Mahesa. Gadis dengan senyum terindah yang selalu mengingatkannya akan sosok ibunda, dan membuatnya lupa akan penyakit yang dideritanya. Gadis yang selalu marah jika Satya memulai berbicara bahasa inggris dengan rumit. Katanya "Kenapa susah banget ngomong sama kakak harus mikir dulu. Nahira gak suka". maybe little(?) angst. © cheezeecakes
All Rights Reserved
#734
jake
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • CLUE :: 02'z ENHYPEN [✔]
  • RadenRatih
  • All My Love Is For You
  • Unwelcome Neighbor ft Lee Heeseung of Enhypen [COMPLETED]
  • Epiphany - Lee Jeno [SELESAI-REVISI]
  • Middlemost | ENHYPEN ✔
  • 𝐒𝐚𝐭𝐲𝐚 𝐀𝐥𝐚𝐬𝐤𝐚 | 𝐩𝐬𝐡 ✓
  • ESCAPE. | Jake - Yujin ✓

[Fanfiction Original Character Park Sunghoon, Park Jongseong, Sim Jaeyoon, Lee Heeseung 'Enhypen'] Siapa sangka, masa remaja SMA Jaya, Saddam, dan Jaka harus seperti ini? Mereka tahu, hidup memang sukar ditebak, terlebih bagi ketiganya yang masih sibuk dengan bermain, pencarian jati diri, bersenang-senang dan belajar dari sebuah cinta, serta hal-hal lain yang belum pernah dirasakan. Namun menjadi agen detektif dadakan yang harus menyelesaikan kasus kematian temannya itu tak pernah sedikitpun terbesit dalam benak mereka. Berurusan dengan satpam sekolah saja sudah menyusahkan, apalagi lebih dari itu. Namun Saddam tak mungkin membiarkan kebohongan dan ketidakadilan menyelimuti sekelilingnya. Bermodal nekat, ia beserta dengan kedua temannya sepakat untuk bertarung di jalan ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines