Ending Tale Of Friendship?

Ending Tale Of Friendship?

  • WpView
    Reads 156
  • WpVote
    Votes 42
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 25, 2021
Kebun teh, tempat yang sangat indah di salah satu kota di Indonesia, tepat di kota Bandung. Menjadi tempat terakhir pertemuan sebuah persahabatan kecil yang tak tahu kedepannya akan di satukan kembali atau tidak. Sebuah 2 mahkota bunga yang di rangkai oleh tangan kecil seorang anak laki-laki, menjadi mahkota persahabatan untuk tetap bersama. Hingga di suatu waktu, air mata tidak bisa di bendung, menatap sebuah mobil yang hampir berjalan. "Aaaa! Ikut!" teriak gadis dengan pipi gembul "Jangan meninggalkan ku," tangisnya di sela-sela ia memeluk sahabatnya. "Aku tidak akan meninggalkan mu!" balasnya dengan air mata yang mengalir. Kini mahkota serta sebuah janji itu menjadi bahan obrolan terakhir pertemuan mereka. Sebuah ikatan persahabatan kecil kini harus di pisahkan karena sesuatu yang membuat semuanya harus merasakan kecewa. Kisah apa yang mereka lakukan? Siapa yang pergi dan apakah waktu akan mempertemukan mereka? Atau semua akan berjalan dengan pertemanan pada umumnya? Jawabannya ada di dalam, selamat membaca💗 Written By : Family Orange Story by : - Rendra - Amel - Zahro
All Rights Reserved
#402
harapan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Without You (Terbit) || COMPLETE ✅
  • Sampai Kepadamu
  • Cerita Tentang Zeeya
  • Sembunyi Dalam Senyum [COMPLETED]
  • DESPERATE (COMPLETED) ✔
  • Alisia (END)
  • Aku, Kamu dan Luka [SELESAI]
  • Kelopak Lantana (Selesai)
  • Bang Arkan Pelindungku [Tamat]
  • {✔️Completed} My Time [Dear Our Little Brother]

[Naskah terbaik dalam Event Writing Challenge Batch 01 di adakan oleh penerbit @journeymedia ] ●●● Pertemuan dan perpisahan adalah satu paket lengkap yang akan selalu melekat dalam atma. Begitu pula dengan kepergian, yang akan menemukan jalan pulang meski sejauh apa pun ia melangkah. "Menurut kamu, apa yang lebih menyakitkan dari sebuah perpisahan?" tanya Bastian seraya menengok ke arah Azalea. "Apa?" Manik keduanya bertemu dan saling bertatap. "Saat kamu menyadari bahwa seseorang pergi tanpa memberikan kenangan indah di akhir pertemuannya." Azalea langsung menatap tajam Bastian. "Bas, please ... Jangan ngomong gitu lagi." "Kita nggak pernah tahu, kapan kita akan menutup mata dan kapan kita akan membuka mata." Akankah kisah ini mampu memperbaiki luka yang telah terpendam sejak lama? Ataukah sudah saatnya berada di penghujung penderitaan dan bertemu dengan sebuah kata pisah? "Farewell is not the end of everything. Setiap kisah akan selalu menemukan jawabannya, meski harus menunggu bersama jutaan luka." ●●● [Disarankan membaca melihat tahun karena cerita ini memiliki alur maju-mundur] ©2021fidy

More details
WpActionLinkContent Guidelines