Bintang & Bulan

Bintang & Bulan

  • WpView
    Membaca 12
  • WpVote
    Vote 4
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Mei 14, 2021
WpInfo
Fiksi
Romansa
WARNING TYPO BERTEBARAN! SEBAGAIN PART DI PRIVATE! FOLLOW SEBELUM MEMBACA! Bacalah dari hati kalian agar kalian dapat menikmati alurnya. Aku hanya anak kecil yang tidak tau kesalahanku terletak dimana, lantas mengapa kalian memukulku bahkan membenciku? *Bintang aksara putra* ~~~~~ ------------------------------------------ "Kalau aku bisa memilih pada waktu itu, aku akan memilih untuk tidak di lahirkan." "Apa bila kamu membutuhkan sandaran aku siap meminjamkan bahuku, dan apa bila kamu membutuhkan rumah untuk kamu pulang, aku siap menjadi rumahmu." "Kamu pasti pernah dengar pepatah setelah badai pasti ada pelangikan? Begitupun dengan kehidupan kamu." "Aku gak sanggup lagi aku capek, aku pamit yah." "Kamu adalah laki laki terhebat dan kuat, aku akan membiarkan kamu pergi dengan ikhlas." Murni karya sendiri! Jangan plagiat!
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Memories in Moon
  • Garis Takdir Nesha (TERBIT)
  • hate rain
  • Hypomone {ὑπομονή} || END✓
  • The Perfect Boy
  • Saat Semua Orang Berpaling
  • Painful By Accident (Completed)
  • I'm broken [BHS#1]✓
  • REGRET [END]

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan