gypsophila

gypsophila

  • WpView
    Reads 40
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadMatureComplete Thu, May 13, 2021
'Elena, Elena cantik. Elena-ku, kenapa kamu sempurna?' tanya Marshall ketika aku mengunyah sandwich-ku. Aku berhenti mengunyah dan menatapnya penuh tanya. 'Hm?' 'Elena itu sempurna.' Aku tersenyum tipis sambil melanjutkan kunyahanku. Marshall melanjutkan, 'Elena selalu memasak makanan yang enak dan sehat untuk Marshall. Elena juga pintar dan cerdas. Elena tahu cara merebut hati orang. Marshall, contohnya.' Bisikan cinta, tawa, dan pelukan. Sudah satu minggu mereka menginap di hotel hanya untuk membuat Elena bahagia saja. Akan tetapi, Elena terlihat aneh ketika waktu mulai mendekati malam. Rasanya, Elena berbeda saja. Semakin lama, tujuan mereka menginap semakin jelas. Terinspirasi dari film pendek berjudul Your Day yang ditulis oleh Ginger Gonzaga (http://omeleto.com/253429/) - MULAI : 25/03/2021 SELESAI: 14/05/2021
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • S E N A N D I K A  2.0 | ✔
  • ALANA [REVISI]
  • Elena [END]
  • Lactating The Ice Prince ✓
  • Serene Night [END]
  • LINEO (Story of Evelyn Arsenio) -END
  • Semburat Luka Di Tengah Semesta (SELESAI ✓)
  • Inside Me [END]
  • Dillema: The End Of Beginning

Segala hal di dunia hanya sekali, setidaknya. Sekali hidup, sekali mati. Namun, ada juga hal yang terjadi beberapa kali seperti banjir di ibu kota atau demo akibat pendapat yang selalu diajukan tak kunjung menjadi nyata. Perihal perasaan, misal. Banyak yang bilang ini-itu soal perasaan. Tidak boleh begini, jangan seperti itu. Ada banyak salah ketimbang benar ketika menyangkut soal perasaan. Tapi, rasa-rasanya bukan perasaan namanya jika disalahkan. Karena perasaan itu samar batasnya, benar dan salah. Kadang bercampur, mencipta ragu bersama bimbang. Hal terpenting dari perasaan sebenarnya adalah saling, bukan paling. Saling memahami, saling mengerti, saling berjuang, dan saling lainnya. Bukan paling benar, paling salah, mau pun paling yang berbuntut pecahnya perang. Jadi, ingat ya. Saling, bukan paling. Sebab dengan begitu, kamu tidak akan kehilangan dirimu sendiri selagi mengenal perasaanmu. Was : #1 on Elysia #12 on Kim Doyeon #22 on Wendy #94 on kenangan Cover source from : Pinterest Edited by : Me © 2020 by Savagepage.

More details
WpActionLinkContent Guidelines