Renjana (On Going)

Renjana (On Going)

  • WpView
    Reads 30
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 14, 2021
"Kak, kenapa ya mama papa harus kaya gini? Mereka gak mikirin Mitha ya?" Tanya seorang gadis yang sedang berkomunikasi dengan sepupunya lewat telpon. "Bukan begitu Mitha, om sama tante pasti punya alasan kan? Hargai keputusan mereka, kan mereka tetap sayang sama Lo" Jawab sepupunya. "Mitha pengin sekolah bareng kakak aja, Mitha gak mau sekolah disini..." Sementara sepupunya terdiam disana. "Oke." Jawabnya setelah terdiam beberapa menit. Sepupunya itu tersenyum lega mendengar pekikan heboh dari Mitha. Ia memutuskan telpon itu setelah permisi dari Mitha. "Andai Lo tau Mit, hidup gue disini gak seenak yang Lo bayangin tapi gue bakal jagain elo gak akan biarin Lo ngerasa kekurangan kasih sayang dari Om sama Tante. Gue kangen Papa sama Mama. Tapi gue bisa apa..." Batin gadis itu. ⛔ Plagiat menjauh ⛔ Jika terdapat kata kata kasar, mohon maaf
All Rights Reserved
#270
renjana
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Eshal Renjana (Lengkap)✔
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • [ √  ] AMERTA ¦ Ft Huang Renjun
  • Terima kasih Imajinasi [end]
  • Perihal Sandwich(End)
  • Our Juvenile : MANGUN KARSA
  • GEVRONZ

"Gala.." lirih gadis itu yang kini menatap nanar ke arah laki-laki disampingnya. "Kenapa hem?" Tanya nya kemudian, satu tangannya terangkat mengusak rambut hitam itu yang dibiarkan tergerai. Cantik, sangat cantik. "Papah.." Gadis tersebut berhenti sejenak, tak kuat melanjutkan kalimatnya tatkala suara isakan lolos begitu saja dari kedua belah bibirnya. Hatinya gundah. "Papah mau nikah Gal, gue takut-" "Gue takut papa gak sayang lagi sama gue. Gue gak bisa." Tangisnya pecah, takut, sebelumnya ia tidak pernah merasakan ketakutan seperti ini. Ia sungguh tidak bisa walaupun hanya untuk sekedar membayangkan bagian terburuknya. Laki-laki disampungnya hanya bungkam. Tak pandai mengucapkan kalimat-kalimat menenangkan direngkuhnya tubuh itu kedalam dekapannya. Dipeluknya erat, seolah-olah mengatakan bahwa gadis itu akan baik-baik saja. "Dengerin gue, kalaupun itu terjadi. Lo masih punya gue. Rumah kedua lo. Orang yang akan selalu ada disamping lo." -------------- "Gala....tolong jangan tinggalin gue." Mohon Renja. Kedua air matanya kian berderai ketika Gala justru malah bangkit berdiri dari duduknya. "Maaf Ren, gue gak bisa. Dia butuh gue." Ucapnya dan segera bergegas pergi. Meninggalkan Renja sendirian yang kian menganga lukanya dan sama membutuhkannya. Atau bahkan sangat membutuhkannya. Dan untuk yang kesekian kalinya ia ditinggalkan oleh orang-orang tersayangnya. Nyatanya manusia itu berubah. Ia menyesal karena pernah begitu percaya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines