Love Is Pain

Love Is Pain

  • WpView
    LECTURAS 13
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, may 14, 2021
Sejak hari itu aku tau, bahwa seseorang yang kuminta untuk tidak pergi meninggalkan ku bersama pilihannya " Alleta " . . . . Bagaimana aku bisa untuk menghadapi ini? akankah aku mampu?
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • ALZEN
  • Amin paling serius
  • gala bunga matahari🌻 (END)
  • CINTA MATI KU (ORINE)
  • See me as myself, not my twin(delshel)END
  • HANYA INGIN KAMU
  • penyesalanku karena egoku
  • You Last
  • TAKDIR
  • Lihat aku
ALZEN

Senja itu terasa lebih sunyi dari biasanya. Zenn berdiri di hadapan Alika, seolah menahan sesuatu yang berat di dalam hatinya. Angin sore berhembus pelan, membuat suasana perpisahan itu terasa semakin nyata. Dengan suara yang sedikit bergetar, Zenn akhirnya berkata, "Maafin aku... aku harus ninggalin kamu di kota yang berbeda." Kalimat itu terdengar sederhana, tetapi bagi Alika rasanya seperti sesuatu yang sulit diterima. Zenn menatap Alika seolah ingin mengingat wajah itu lebih lama. Lalu ia melanjutkan dengan lembut, "Semoga kita jangan jadi asing, ya. Chat aja nomor aku ini... aku selalu ada buat kamu." Alika terdiam. Di antara jarak yang sebentar lagi memisahkan mereka, ada begitu banyak perasaan yang tidak sempat diucapkan. Perpisahan hari itu bukan hanya tentang dua orang yang harus berada di tempat yang berbeda. Tetapi juga tentang sebuah hubungan yang harus mencoba bertahan... di tengah jarak. Dan pertanyaannya masih menggantung di hati Alika: Apakah ia dan Zenn masih bisa bertahan, meski harus menjalani semuanya dari jauh?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido