Awan ingin selalu ada untuk membuat Angin mengerti seberapa keberadaannya masih berarti. Tetapi sulit bagi Awan untuk bohong jika hal yang paling membuat ia senang adalah bisa mengantar Bintang pulang.
Masalahnya, Awan tidak mungkin melakukan keduanya bersamaan...
Pertemuan Pelangi dengan Antares berawal dari sebuah ketidaksengajaan.
Antares tidak sengaja membuat buku yang sedang dibaca Pelangi jadi basah.
Pertemuan mereka selanjutnya jadi direncanakan karena Antares ingin mengganti buku Pelangi yang basah itu.
Pelangi mengiakan.
Pelangi menantikan pertemuan-pertemuan selanjutnya. Namun, Antares yang misterius, muncul dan pergi dengan seenaknya. Padahal, Pelangi sudah telanjur menganggap Antares seperti bintang penunjuk arah; yang menuntunnya, membimbingnya, membuatnya berani memperjuangkan harapan dan cita-citanya, dan juga membuatnya merasakan cinta pertama.
"Ini tentang cinta pertama.
Tentang seseorang yang membuat percaya aku tidak gila
karena percaya alien itu ada.
Ini kisah tentang Antares. Bintang merah di jantung Scorpius."