Story cover for Edlyn by Keziaclaurendia_
Edlyn
  • WpView
    Leituras 6
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Capítulos 2
  • WpView
    Leituras 6
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Capítulos 2
Em andamento, Primeira publicação em mai 14, 2021
Dia Edlyn perempuan cantik yang selalu resah dengan pikirannya dia bingung dan dia tidak mengerti alur pikirannya, dia pikir bahwa dia mencintai ketua osisnya sendiri namun dalam hatinya paling dalam dia juga tidak mau meninggal kan Elvan temennya musuhnya dari sejak kelas 10, hanya dia yang mengerti hatinya. "Maruk" itulah kata yang menjelaskan Edlyn pada saat ini.

Meninggalkan kotanya untuk memikirkan semuanya tidak membuat dia berpikir jernih karena sumber dari pikiran tetap selalu bersama kemana pun Ia pergi. 

Kenapa? pikir Edlyn padahal Dia sudah melukai hatinya tapi kenapa Dia selalu ada disini?

Apakah Edlyn dengan segala kemarukan hatinya telah menerima jawaban atas kebingungannya tersebut?

...

Haii!!
Todos os Direitos Reservados
Inscreva-se para adicionar Edlyn à sua biblioteca e receber atualizações
ou
#182bencijadicinta
Diretrizes de Conteúdo
Talvez você também goste
CINDY : Sebelum Aku Pergi, de rasainiindah
11 capítulos Em andamento
"Apa yang sanggup memisahkan dua hati yang saling mencinta? Katakan padaku, Cindy." Suara Rayven terdengar serak, seolah setiap katanya membawa luka yang tak bisa disembuhkan. Tatapan matanya merintih, memohon jawaban dari gadis yang berdiri di hadapannya-jawaban yang mungkin bisa menyelamatkan hatinya dari kehancuran. Cindy menatap tanah sejenak, bibirnya bergetar. Ia mengangkat wajahnya perlahan, menatap mata Rayven dengan pandangan yang dipenuhi air mata dan rasa sesal. Dengan suara yang lirih, sehalus angin yang menyesap di antara rinai hujan, ia menjawab: "Waktu, Rayven... dan tempat yang tak lagi sama." Air matanya jatuh, tanpa bisa dicegah, menyatu dengan tetes hujan yang membasahi dunia di sekitar mereka. Hujan turun seolah ikut menangis, mengiringi jiwa yang saling mencinta namun tak bisa bersama. Rayven menggeleng pelan, hatinya mencabik dari dalam. Ia meraih tangan Cindy, memohon dengan sisa harapan yang ia miliki, Namun Cindy menarik tangannya, perlahan tapi pasti, lalu melangkah mundur. "Kalau waktu memisahkan kita... maka aku akan menunggu selamanya!" Rayven berseru, suaranya nyaris patah. "Cindy, tolong... beri aku alasan! Kenapa kamu harus pergi? Kenapa bukan kita yang melawan dunia ini bersama?" Cindy tersenyum dalam tangisnya. "Karena tidak semua cinta ditakdirkan untuk dimenangkan, Rayven..." Kemudian ia berbalik, melangkah pergi, meninggalkan Rayven di tengah hujan yang kini terasa jauh lebih dingin dari sebelumnya.
"Algantara Delano Arlaska", de LeniMarlinawati
123 capítulos Em andamento
REVil"... Dan dia algantara Delano Arlaska yg sering di sapa algan dengan jaket hitam kebanggaan nya yg setia melekat di tubuh tegap sempurna nya yg membuat para kaum hawa yg menatap nya terbalik dari nya namun tak mudah untuk mendekati nya karena dia memiliki julukan si dingin bak berlian dan ada julukan lain di area balapan di tambah dia menjabat sebagi ketua dari sebuah geng bernama REVil yg semakin membawa nama nya mengudara dari hal itu banyak rasa iri yg berujung ingin menjatuhkan kisah hidup nya. 🍀🌬️🍀🌬️. Dan dia "alara reyinata nelvandra cewek sederhana yg mandiri dengan kepintaran nya dengan menanam kan banyak harapan tentang nama marga Alvaska yg dia cari tentang siapa keluarga kandung nya,dia sosok yg rampih namun bersembunyi di balik sikap cuek dan bodo amatan dengan membatasi pergulan dia hanya berharap di sekolah baru nya dia mendapatkan ketenangan seperti mestinya seorang murid tanpa ikut Maslah atau menambah masalah yg ada asli nya di sosok penyabar dan penuh perhatian dengan kepedulian tinggi yg dia tunjukan pada orang yg masuk di lingkungan nya dia sosok yg mampu merasakan dan mengutarakan apa yg dia rasa. 🍀🌬️🍀🌬️. Hingga kisah mereka di mulai dari sebuah pertemuan sang takdir. Kedua nya di pertemukan di sebuah kejadian yg di dasari kata ketidak sengajaan kata gak sengaja dan kejadian itu salah satu hal yg di benci sosok algan apa lagi urusan nya sama cewek. Begitu juga reyina cewek itu membenci setiap perlakuan berupa kepedulian yg di dasari keterpaksaan atas dasar tanggung jawab sedangkan algan cowok itu m lakukan nya dari kejadian itu mengubah kehidupan kedua nya.. "..kisah ini hanyalah kisah sederhana tentang sebuah usaha di mana manusia bisa belajar dari arti sebuah pengorbanan,cinta,kesetiaan,keluarga dan persahabatan buakan penghianatan yg ingin menghancurkan. "........sebuah pertemuan dan perpisahan sebuah goresan yg amat nyata yg membekas yg tersimpan dalam ingatan teragis dalam takdir setiap in
[END] High School of Mystery: Russet Case, de IchiHikaru
27 capítulos Concluída
[High School of Mystery 4] Sisi hanya bisa pasrah seraya menggerutu dalam hati saat Ellion yang disangka delusional terus mengekor karena mengaku sebagai cinta pertamanya. Selain karena tidak mau diganggu oleh kedua sahabatnya yang ingin "balas dendam", dia tidak terlalu menyukai keberadaan pemuda itu karena pemikirannya yang kadang bisa dikatakan absurd. Suatu hari, Sisi pergi ke markas lantai tiga untuk menenangkan diri. Seperti biasa, Ellion mengikutinya. Karena bosan, gadis berkacamata tipis itu akhirnya memutuskan untuk menceritakan kasus yang pernah terjadi berhubungan dengan ruangan yang mereka jadikan markas. Saat itu, Sisi terpaksa keluar dari kelas karena berdebat dengan Kevin saat jam pelajaran seni budaya. Meskipun kesal, gadis berkacamata itu terpaksa dihukum membersihkan ruangan kosong di sekolahnya bersama ketua OSIS yang ternyata buta nada. Ruangan tersebut berada di lantai tiga, tempat yang sangat strategis. Sehingga Kevin yang iseng memandang bangunan sekolah menemukan mayat di antara tumpukan sampah. Tanpa pikir panjang, laki-laki bita nada yang saat itu masih menjabat sebagai ketua OSIS segera melakukan penyelidikan sesaat setelah Sisi menyelesaikan hukuman itu sendirian. Dari hasil penyelidikan mereka berdua yang dibantu oleh Steve yang tanpa sengaja menemukan mereka di belakang kelas, merema menemukan seorang gadis pendiam bernama Ervina sebagai satu-satunya orang yang tidak memiliki alibi. Jika diperhatikan, kasus itu memang mirip dengan pembunuhan bintang sekolah yang sudah mereka selesaikan belum lama ini. Apakah gadis itu memang pelakunya? Atau dia hanya korban keadaan seperti Sisi? Cepat atau lambat, kebenaran pasti akan terungkap. Sebuah kasus dilatarbelakangi warna coklat.
Lukisan Perang dan Salju , de Ariestipe
25 capítulos Em andamento
Di dunia yang runtuh oleh perang, di mana kehormatan dibeli dengan darah dan cinta menjadi barang asing di medan tempur, berdiri sosok Jenderal Tertinggi Kerajaan Vellatora, dikenal sebagai *Raja Besi dari Utara*. Lelaki yang membawa kehancuran ke setiap tempat yang disentuh sepatunya. Pemimpin tanpa hati, dewa perang yang tak pernah mengenal belas kasihan. Namun segalanya berubah saat ia menaklukkan sebuah desa kecil yang terkutuk di wilayah selatan-dan **Evelin**, gadis miskin yang hidup dalam pengasingan, dicaci dan dihina, namun tetap bertahan dengan kelembutan yang menyayat. Evelin bukan siapa-siapa. Evelin hamil anak sang jenderal, dan rahasia itu bisa mengguncang kerajaan. Ia hidup dalam dilema: mencintai lelaki yang menghancurkan desanya... atau melupakan rasa yang tumbuh dari luka. ....."Aku akan membakar dunia jika kau menginginkannya," bisik Leonardo suatu malam, dengan suara rendah, nyaris seperti doa. "Katakan saja, Evelin. Satu kata darimu, dan semua ini akan hancur." Tapi Evelin tak pernah berkata apa-apa. Ia hanya menatap jendela, pada salju yang turun diam-diam di luar sana-seolah dunia masih bisa bersikap lembut meski penuh luka. Leonardo mencintainya dengan cara yang hanya bisa dilakukan oleh monster yang terlambat menyadari bahwa ia masih memiliki hati. Ia melarang Evelin melihat keluar, tapi ia sendiri membawakan bunga dari pegunungan utara, hanya karena Evelin pernah bilang ia menyukai wangi alam. Ia tidak pernah berkata "Aku mencintaimu" dengan kata-kata biasa, tapi ia mencium kening Evelin seperti sedang menyentuh relik suci, dan mencengkeram tangan gadis itu saat malam datang seolah takut dunia akan mencurinya dalam tidur. Namun Evelin tahu... segala yang indah ini dibangun dari puing-puing orang lain. Dari darah. Dari tangis. Dari nyawa yang tak pernah sempat minta ampun. Ia tahu, bahwa kehangatan ini datang dari lelaki yang pernah menghancurkan desanya, membakar rumahnya. Dan ia juga tahu... ia tak bisa membenci Leonardo.
Talvez você também goste
Slide 1 of 10
CINDY : Sebelum Aku Pergi cover
"Algantara Delano Arlaska" cover
A Scratch For Sanguinis [Orine] cover
OSIS OR OH SHIT?! cover
Am I Scary? cover
SEA AND MOUNTAINS ( ZEESHA ) cover
[END] High School of Mystery: Russet Case cover
My Last Year "Tahun Terakhirku" cover
ELNATHANIAL cover
Lukisan Perang dan Salju  cover

CINDY : Sebelum Aku Pergi

11 capítulos Em andamento

"Apa yang sanggup memisahkan dua hati yang saling mencinta? Katakan padaku, Cindy." Suara Rayven terdengar serak, seolah setiap katanya membawa luka yang tak bisa disembuhkan. Tatapan matanya merintih, memohon jawaban dari gadis yang berdiri di hadapannya-jawaban yang mungkin bisa menyelamatkan hatinya dari kehancuran. Cindy menatap tanah sejenak, bibirnya bergetar. Ia mengangkat wajahnya perlahan, menatap mata Rayven dengan pandangan yang dipenuhi air mata dan rasa sesal. Dengan suara yang lirih, sehalus angin yang menyesap di antara rinai hujan, ia menjawab: "Waktu, Rayven... dan tempat yang tak lagi sama." Air matanya jatuh, tanpa bisa dicegah, menyatu dengan tetes hujan yang membasahi dunia di sekitar mereka. Hujan turun seolah ikut menangis, mengiringi jiwa yang saling mencinta namun tak bisa bersama. Rayven menggeleng pelan, hatinya mencabik dari dalam. Ia meraih tangan Cindy, memohon dengan sisa harapan yang ia miliki, Namun Cindy menarik tangannya, perlahan tapi pasti, lalu melangkah mundur. "Kalau waktu memisahkan kita... maka aku akan menunggu selamanya!" Rayven berseru, suaranya nyaris patah. "Cindy, tolong... beri aku alasan! Kenapa kamu harus pergi? Kenapa bukan kita yang melawan dunia ini bersama?" Cindy tersenyum dalam tangisnya. "Karena tidak semua cinta ditakdirkan untuk dimenangkan, Rayven..." Kemudian ia berbalik, melangkah pergi, meninggalkan Rayven di tengah hujan yang kini terasa jauh lebih dingin dari sebelumnya.