Story cover for Diam dan Luka by siskaaisiyah181103
Diam dan Luka
  • WpView
    LECTURES 22
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Chapitres 7
  • WpView
    LECTURES 22
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Chapitres 7
En cours d'écriture, Publié initialement mai 15, 2021
Arsyla Asma Andika Bahtiar

Memiliki nya adalah sebuah pengorbanan, dia harus  rela mengorbankan tangis dan kecewanya. Mencintainya adalah luka dan mengejarnya bukan sebuah hal yang terbaik menurut nya. Karena menurutnya Tuhan memiliki cara sendiri untuk menyatukan hati yang terpisah, menyatukan yang terbaik bersama yang terbaik pula.


Muhammad Fauzan Ardiansyah

Memiliki nya adalah sebuah perjuangan, dia harus merelakan lelah nya dalam memiliki nya. Sama halnya dengan Arsyla menurutnya mengejarnya bukanlah hal yang baik, kecewa, lelah jika ia harus mengejarnya. Karena menurutnya juga ketika ia sudah dekat dengan sang mah cinta maka cintanya akan mudah untuk ia gapai.
Tous Droits Réservés
Inscrivez-vous pour ajouter Diam dan Luka à votre bibliothèque et recevoir les mises à jour
ou
Directives de Contenu
Vous aimerez aussi
Vous aimerez aussi
Slide 1 of 9
BUKAN PILIHAN KU cover
Dibawah atap yang salah (hiatus) cover
AZALEA cover
Tak Sejalan cover
Serasa dan Menua Bersama cover
Raymentara cover
Cinta Dan Kasih Sayang (Writing Temporarily Suspended) cover
KEKASIH HALAL  cover
RASA (On Going) cover

BUKAN PILIHAN KU

38 chapitres Terminé

Cinta tak selalu dimenangkan oleh mereka yang saling mencintai tapi cinta itu tentang bagaimana cara kita ikhlas. Di balik cadarnya, Aisyah Humeyrah menyimpan luka yang tak terlihat-dijodohkan dengan pria dari mazhab berbeda, hidup dalam rumah yang sepi meski ada dua orang di dalamnya. Ia masih belum lulus dari pondok, tapi sudah harus menunaikan bakti sebagai istri. Sementara itu, Imam-pemuda yang mencintainya dalam diam-hanya mampu mencintai dari kejauhan, dengan doa yang tak pernah putus. Pernikahan yang awalnya tampak tenang berubah menjadi luka-luka kecil yang terus ditelan Aisyah dalam diam. Mas Hadi, suaminya, semakin sibuk dengan dunia sendiri, memperlakukannya seolah tak lebih dari pelengkap rumah. Di tengah keterasingan itu, Aisyah tetap mengajar, tetap belajar, dan tetap sabar. Tapi sampai kapan kesabaran bertahan jika cinta hanya berjalan satu arah? Ini adalah kisah dua insan yang terpisah oleh takdir, mazhab, dan dinding rumah yang tak memantulkan cinta. Tapi di antara sabar dan ikhlas, mereka belajar satu hal: bahwa mencintai bukan selalu memiliki, tapi mendoakan dalam senyap, hingga langit sendiri yang menjawab.